Lahan Jagung Polri Tersebar Di 36 Polda, Produksi Kuartal II 2026 Tembus 1,23 Juta Ton

Panen raya jagung kuartal II di lahan binaan Kepolisian Negara Republik Indonesia di berbagai daerah menjadi sorotan karena potensi hasilnya diperkirakan mencapai 1,23 juta ton. Dari jumlah itu, sekitar 100 ton jagung direncanakan untuk diekspor ke Malaysia.

Kegiatan panen serentak ini melibatkan 36 polda dengan total lahan pertanian jagung mencapai 189.760,36 hektare. Pada hari yang sama, sekitar 1.608,76 hektare ikut dipanen serentak sebagai bagian dari penguatan produksi pangan nasional.

Polda Jawa Timur tercatat memiliki lahan panen terbesar dalam kegiatan ini, yakni 650,56 hektare. Secara keseluruhan, lahan pertanian jagung binaan di Jawa Timur selama kuartal II/2026 mencapai 43.201,82 hektare.

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Kabupaten Tuban untuk menyaksikan panen raya tersebut. Kehadirannya menempatkan sektor pangan, khususnya jagung, sebagai perhatian utama dalam rangkaian agenda kerja di Jawa Timur.

Prabowo tiba di Tuban setelah bertolak dari Kabupaten Nganjuk usai meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Setibanya di lokasi, ia disambut Wakapolri Dedi Prasetyo bersama jajaran petinggi Mabes Polri sebelum meninjau lahan jagung binaan.

Di area panen, Prabowo didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia melihat langsung perkembangan lahan, termasuk penjelasan mengenai penggunaan pupuk khusus dan benih jagung hibrida yang diterapkan di sana.

Presiden juga meninjau sejumlah stan yang menampilkan inovasi Polri di sektor pertanian dan pengolahan hasil panen jagung. Kehadiran stan tersebut memperlihatkan bahwa dorongan terhadap pangan tidak hanya berhenti pada proses tanam dan panen.

Penguatan infrastruktur pangan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri. Masing-masing gudang memiliki kapasitas 1.000 ton dan akan dibangun di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Polri juga meluncurkan operasional 166 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebarannya mencakup Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan di Tuban memperlihatkan bahwa penguatan ketahanan pangan dijalankan dari beberapa sisi sekaligus. Selain mendorong hasil panen, perhatian juga diarahkan pada pengelolaan lahan, teknologi budidaya, penyimpanan, dan distribusi hasil pertanian.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait