Lambiase Pindah Ke McLaren, Spekulasi Verstappen Kian Sulit Diredam

McLaren belum benar-benar mengejar Max Verstappen, tetapi peluang itu kini terdengar lebih masuk akal dari sebelumnya. Salah satu alasannya datang dari sosok yang sangat akrab dengan Verstappen, yaitu Gianpiero Lambiase, yang kini sudah berada di struktur McLaren sebagai Chief Racing Officer.

Perpindahan Lambiase langsung menarik perhatian paddock Formula 1 karena dirinya lama menjadi bagian penting dalam perjalanan Verstappen di Red Bull. Ia mendampingi sang juara dunia dalam empat gelar juara dunia berturut-turut, sehingga kehadirannya di McLaren dinilai membawa dampak yang lebih besar daripada sekadar pergantian staf.

Nama besar yang ikut berpindah arah

Lambiase bukan figur biasa di garasi Red Bull. Kedekatannya dengan Verstappen terbangun selama bertahun-tahun dan membentuk hubungan kerja yang sangat erat di lintasan maupun di balik layar.

Karena itu, ketika ia masuk ke McLaren, banyak pihak langsung membaca langkah tersebut sebagai sesuatu yang bisa berpengaruh pada masa depan Verstappen. Bukan hanya soal hubungan personal, tetapi juga karena Lambiase memahami secara langsung kebutuhan teknis dan pola kerja pembalap asal Belanda itu.

Brown memberi sinyal tanpa membuka pintu lebar

Zak Brown tidak menutup kemungkinan untuk mendatangkan Verstappen, tetapi juga tidak terlihat sedang mendorong isu itu terlalu jauh. Ia menegaskan rasa hormatnya kepada Verstappen dengan menyebut sang pebalap Red Bull selalu berada di jajaran teratas setiap musim.

Di sisi lain, Brown tetap menegaskan bahwa McLaren saat ini puas dengan komposisi pembalap yang ada. Lando Norris dan Oscar Piastri disebut masih punya ruang besar untuk berkembang, sehingga tim belum menunjukkan tanda-tanda ingin mengubah pasangan itu dalam waktu dekat.

Brown bahkan menyatakan, “Saat ini saya senang dengan apa yang saya peroleh,” yang memperlihatkan bahwa fokus McLaren belum bergeser ke perburuan kursi pembalap baru. Sikap itu membuat rumor Verstappen ke McLaren lebih terlihat sebagai kemungkinan yang terbuka, bukan target aktif yang sedang dikejar.

Kontrak panjang bukan akhir dari spekulasi

Verstappen masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga 2028, tetapi dunia Formula 1 jarang bergerak lurus mengikuti masa kontrak. Situasi internal tim, dinamika performa, dan arah perkembangan kompetitif sering kali memunculkan percakapan baru jauh sebelum kontrak selesai.

Itulah sebabnya nama Verstappen tetap muncul dalam obrolan paddock, terutama ketika Red Bull disebut mulai menghadapi tantangan serius dari para rival. Dalam kondisi seperti itu, setiap perubahan di sekitar Verstappen langsung mendapat tafsir tambahan.

Efek domino dari orang terdekat

Hubungan kerja yang panjang sering menjadi faktor penting bagi pembalap elite saat mempertimbangkan masa depan. Jika sebuah tim menawarkan lingkungan yang sudah familiar dan mobil yang kompetitif, keputusan besar bisa menjadi lebih mudah dibayangkan.

Dari sudut pandang itu, keberadaan Lambiase di McLaren menciptakan efek domino yang membuat spekulasi Verstappen terasa sedikit lebih realistis. Banyak pengamat melihatnya sebagai jembatan yang bisa memperkecil jarak antara Verstappen dan McLaren bila situasi kontrak atau arah kompetitif berubah nanti.

McLaren sendiri belum menunjukkan tanda ingin menggeser Norris dan Piastri. Namun, selama tim tetap kompetitif dan tekanan di kubu Red Bull terus jadi perhatian, nama Verstappen kemungkinan akan terus dikaitkan dengan tim berwarna oranye itu.

Source: www.viva.co.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer