Indonesia menutup Malaysia Masters 2026 tanpa satu pun wakil yang tersisa di sektor tunggal putra. Kepastian itu datang setelah Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed kalah tipis dari Christo Popov dalam duel yang berlangsung ketat di Unifi Arena, Kuala Lumpur.
Pertandingan pada Jumat (22/5/2026) itu memperlihatkan perlawanan rapat dari Ubed, tetapi momen krusial justru lebih banyak berpihak kepada unggulan ketiga asal Prancis tersebut. Dalam laga berdurasi 52 menit itu, Indonesia akhirnya kehilangan seluruh wakilnya di perempat final turnamen Super 500 tersebut.
Ubed sebenarnya membuka peluang besar untuk melangkah lebih jauh. Ia tampil percaya diri sejak awal dan sempat memimpin pada gim pertama, termasuk saat unggul 14-10 setelah interval.
Keunggulan itu bahkan sempat mengantar Ubed ke poin kritis lebih dulu ketika ia memimpin 20-19. Namun, Popov mampu mengejar dan memaksa setting sebelum menuntaskan gim pembuka dengan skor 23-21.
Pola serupa kembali terlihat pada gim kedua. Ubed memulai dengan baik dan sempat unggul 9-4, lalu masih berada di depan 11-10 saat interval.
Setelah itu, Popov menemukan ritmenya. Ia meraih empat poin beruntun dan mengambil alih kendali permainan hingga menutup gim kedua dengan skor 21-19.
Kekalahan Ubed datang setelah Jonatan Christie lebih dulu tersingkir pada Jumat (22/5/2026) pagi WIB. Jonatan harus mengakui keunggulan wakil China, Hu Zhe An, dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-14, 13-21, dan 16-21.
Hasil dua laga tersebut membuat langkah Merah Putih berhenti total di Malaysia Masters 2026. Tidak ada lagi wakil Indonesia yang bisa melanjutkan perjuangan ke fase berikutnya di sektor tunggal putra.
Meski berakhir pahit, performa Ubed tetap menunjukkan betapa rapatnya persaingan di babak gugur. Ia beberapa kali memegang keunggulan, tetapi tidak mampu menjaga momentum saat poin-poin penentu mulai datang.
Duel melawan Popov juga menjadi gambaran bahwa selisih kecil sangat menentukan hasil di level ini. Dalam dua gim, pertandingan terus berjalan ketat hingga akhirnya ditutup oleh pengalaman dan ketenangan lawan di momen akhir.







