Lapisan Pelindung Telur Bisa Rusak Saat Dicuci, Bakteri Lebih Mudah Masuk

Author: Redaksi Android62

Telur sebaiknya tidak dicuci sembarangan sebelum dimasak karena proses itu bisa menghilangkan lapisan pelindung alaminya. Saat kutikula rusak, permukaan cangkang menjadi lebih mudah ditembus bakteri melalui pori-pori kecil yang ada di sana.

Risiko ini membuat telur yang tampak bersih belum tentu lebih aman jika dibersihkan dengan cara yang tidak tepat. Justru, air yang mengenai cangkang dapat mendorong bakteri masuk ke bagian dalam telur ketika perlindungan alaminya sudah terganggu.

Lapisan pelindung yang sering tidak disadari

Cangkang telur memang terlihat keras, tetapi permukaannya tidak benar-benar rapat. Di sana ada pori-pori kecil yang berfungsi untuk pertukaran udara, namun celah ini juga bisa menjadi jalur masuk kontaminan bila lapisan luarnya hilang.

Lapisan tipis yang disebut kutikula berperan menjaga isi telur tetap terlindungi. Menurut rujukan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA, mencuci telur dapat mengangkat lapisan ini sehingga daya lindung telur menurun.

Kenapa air justru bisa jadi masalah

Pencucian telur tidak otomatis membuatnya lebih higienis. Dalam kondisi tertentu, aliran air dapat membantu bakteri bergerak masuk ke pori-pori cangkang dan meningkatkan risiko kontaminasi.

Ahli kesehatan holistik Amy Leigh Mercree juga menekankan hal serupa. Ia menjelaskan bahwa saat permukaan cangkang sudah terganggu, air bisa mendorong bakteri masuk ke dalam telur dan membuat cangkang terasa lebih keropos.

Tidak semua telur perlu diperlakukan sama

Amy Leigh Mercree menjelaskan bahwa telur segar dari peternakan memang bisa membawa kotoran di bagian luar. Dalam kondisi seperti itu, telur boleh dibersihkan dengan air hangat tanpa sabun agar kotorannya terangkat tanpa merusak perlindungan alaminya.

Namun, telur yang dibeli di supermarket tidak disarankan untuk dicuci lagi. Telur jenis ini umumnya sudah melalui proses penanganan tertentu, sehingga pencucian tambahan justru dapat mengganggu lapisan pelindungnya.

Perbedaan asal telur ini penting diperhatikan karena kondisi awalnya tidak sama. Jika cara membersihkannya disamakan, risiko perlindungan telur berkurang bisa ikut meningkat.

Penanganan yang keliru bisa berdampak pada keamanan pangan

USDA menilai pencucian bukan langkah yang dianjurkan untuk telur yang sudah berada dalam kondisi siap jual. Penanganan yang tidak tepat dapat mengurangi fungsi alami pelindung telur yang seharusnya membantu menjaga keamanan produk pangan ini.

Karena itu, menjaga telur tetap kering sampai siap diolah menjadi langkah yang lebih aman dalam banyak kondisi. Tindakan sederhana ini membantu mempertahankan lapisan alami yang memang sudah ada pada permukaan cangkang.

Di sisi lain, telur tetap dikenal sebagai bahan makanan yang bergizi dan praktis diolah. Telur kaya protein serta mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan proteinnya membuat telur sering dipilih sebagai menu sarapan karena bisa membantu menahan rasa lapar lebih lama. Dalam berbagai pembahasan gizi, telur juga kerap dikaitkan dengan dukungan terhadap pengelolaan berat badan, termasuk membantu mengurangi lemak berlebih di perut. Selain itu, telur disebut memiliki manfaat lain yang berkaitan dengan kesehatan jantung, mata, dan otak.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru