Laptop Windows Murah Siap Punya Baterai Seharian, Qualcomm Turunkan Snapdragon Ke Kelas Rp300 Dolar

Author: Redaksi Android62

Qualcomm sedang menyiapkan langkah yang bisa mengubah peta laptop murah. Lewat Snapdragon C, perusahaan ini membidik perangkat Windows dengan harga mulai sekitar $300, jauh di bawah kebiasaan pasar laptop Windows berbasis Snapdragon yang selama ini berada di kisaran $600 hingga $1,000.

Arah baru itu langsung menempatkan Qualcomm di jalur yang lebih dekat dengan segmen volume besar. Bagi produsen laptop, ini membuka peluang menghadirkan perangkat yang lebih terjangkau tanpa harus sepenuhnya bergantung pada platform x86 tradisional.

Mendorong laptop Windows ke kelas budget

Snapdragon C menjadi penanda bahwa Qualcomm tidak lagi hanya bermain di kelas premium. Platform ARM baru ini dirancang khusus untuk laptop Windows murah, sebuah segmen yang selama ini lebih sering diisi chip entry-level dari Intel atau AMD.

Perubahan ini penting karena pasar laptop murah selama bertahun-tahun identik dengan banyak kompromi. Qualcomm tampaknya ingin menawarkan alternatif yang lebih hemat biaya sekaligus tetap relevan untuk kebutuhan harian.

Di sisi lain, langkah ini juga memperluas jangkauan Snapdragon. Jika harga awal sekitar $300 benar-benar terealisasi, Snapdragon C bisa menjadi salah satu upaya paling serius Qualcomm untuk menekan biaya laptop Windows modern.

Fokus pada penggunaan harian

Snapdragon C tidak ditujukan untuk kelas kinerja tinggi. Qualcomm memosisikannya untuk komputasi dasar sehari-hari seperti penjelajahan web, pekerjaan kantor, streaming, dan kelas online.

Target tersebut membuat chip ini lebih masuk akal untuk laptop yang dipakai sebagai perangkat utama di aktivitas ringan. Dengan pendekatan seperti itu, Qualcomm tidak mengejar performa ekstrem, melainkan kegunaan praktis yang paling sering dicari di laptop murah.

Dua nilai jual yang ditonjolkan juga terasa relevan untuk pasar ini. Laptop berbasis Snapdragon C diklaim mampu bertahan seharian dan bekerja lebih senyap dibanding banyak laptop Windows murah konvensional.

Ada kompromi agar harga turun

Untuk menjaga biaya tetap rendah, Qualcomm tidak memakai inti CPU Oryon yang digunakan pada chip premium terbarunya. Sebagai gantinya, Snapdragon C menggunakan inti Kryo yang lebih lama.

Inti tersebut sebelumnya sudah dipakai di smartphone dan Chromebook. Pilihan ini menunjukkan bahwa Qualcomm benar-benar mengutamakan efisiensi biaya, bukan membawa seluruh karakter platform premium ke kelas bawah.

Strategi itu sekaligus menegaskan posisi Snapdragon C sebagai produk budget. Konsumen dapat berharap pada harga yang lebih ramah dan efisiensi yang baik, tetapi bukan pada performa setara seri Snapdragon kelas atas.

Tetap membawa AI, tetapi tidak penuh

Meski berada di kelas murah, Snapdragon C tetap dibekali neural processing unit atau NPU untuk kemampuan AI. Kehadiran komponen ini membuat laptop berbasis chip tersebut tetap mengikuti arah komputasi modern yang makin banyak mengandalkan pemrosesan AI di perangkat.

Namun, ada batas yang jelas pada level fiturnya. Laptop Snapdragon C tidak akan masuk kategori Copilot+ PC dari Microsoft, sehingga sebagian fitur AI Windows yang lebih canggih tidak akan tersedia.

Kondisi ini membuat posisinya cukup jelas: ada fondasi AI dasar, tetapi bukan pengalaman AI premium seperti yang kini menjadi pembeda di laptop yang lebih mahal. Kompromi itu sejalan dengan target harga yang lebih rendah.

Mitra awal yang disiapkan Qualcomm

Qualcomm menargetkan tiga nama besar untuk mempercepat kehadiran perangkat berbasis Snapdragon C, yaitu Acer, HP, dan Lenovo. Ketiganya disebut sebagai mitra awal yang disiapkan meluncurkan produk pada tahun ini.

Jika jadwal itu berjalan sesuai rencana, laptop Windows berbasis Snapdragon C akan mulai masuk pasar tahun ini. Kehadirannya dari tiga merek besar akan menjadi ujian awal apakah Qualcomm benar-benar mampu menggeser persepsi lama tentang laptop murah yang kerap dianggap penuh kompromi.

Persaingan dengan MacBook Neo juga menambah bobot langkah ini. MacBook paling terjangkau dari Apple itu dibuka di $599 dan dilaporkan laris kuat sejak diperkenalkan pada Maret, hingga Apple kesulitan memenuhi permintaan.

Source: www.indiatoday.in
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru