Maroko Menembus Semifinal Di Qatar, Saat Dunia Mulai Mengakui Kekuatan Singa Atlas

Author: Redaksi Android62

Maroko pulang dari Qatar dengan status yang jauh lebih besar daripada tim kejutan biasa. Mereka menutup Piala Dunia 2022 sebagai negara Afrika pertama yang mencapai semifinal, sebuah capaian yang langsung menempatkan Singa Atlas di barisan sejarah turnamen.

Perjalanan itu terasa istimewa karena Maroko tidak datang sebagai favorit. Di bawah Walid Regragui, tim ini justru dibangun hanya tiga bulan sebelum turnamen dimulai, lalu dirakit dari gabungan pemain bintang yang berkarier di Eropa dan talenta muda dari Akademi Mohammed VI.

Awal yang menepis keraguan

Keraguan terhadap Maroko sudah muncul sejak fase grup. Mereka tergabung bersama Kroasia, Belgia, dan Kanada, sehingga banyak pihak memandang peluang mereka untuk melaju tidak terlalu besar.

Namun, Maroko menjawabnya dengan permainan yang rapat dan disiplin. Mereka menahan Kroasia 0-0 pada laga pertama, lalu membuat kejutan besar saat menaklukkan Belgia 2-0.

Kemenangan atas Belgia menjadi salah satu titik paling penting dalam perjalanan mereka. Hasil itu memicu euforia luas di dunia Arab, dari Mesir hingga Uni Emirat Arab, karena Maroko dianggap mewakili kebanggaan kawasan di panggung terbesar sepak bola.

Langkah yang terus naik

Setelah dua laga awal itu, Maroko kembali menjaga momentum. Mereka mengalahkan Kanada 2-1 dan memastikan diri finis sebagai pemuncak grup.

Hasil tersebut juga mengingatkan publik pada pencapaian Maroko pada 1986. Bedanya, kali ini perjalanan mereka belum berhenti di fase grup dan justru memasuki babak yang lebih besar.

Drama besar melawan Spanyol

Babak 16 besar mempertemukan Maroko dengan Spanyol, juara dunia 2010. Laga berlangsung ketat selama 120 menit dan tidak menghasilkan gol dari kedua tim.

Adu penalti kemudian menjadi panggung bagi Yassine Bounou. Kiper Maroko itu menggagalkan eksekusi Carlos Soler dan Sergio Busquets, sementara Pablo Sarabia lebih dulu membentur tiang.

Achraf Hakimi lalu menuntaskan drama tersebut dengan tendangan Panenka. Dari situ, Maroko mengunci kemenangan dan mencatat sejarah sebagai negara Arab pertama yang lolos ke perempat final Piala Dunia.

Saat Afrika punya semifinalis pertama

Setelah menyingkirkan Spanyol, Maroko tetap tidak kehilangan keberanian saat menghadapi Portugal. Walid Regragui bahkan memberi pesan tegas kepada para pemainnya bahwa mereka lebih baik dari lawan dan harus membuktikannya di lapangan.

Pesan itu terbayar pada menit ke-42 lewat sundulan Youssef En-Nesyri. Gol tunggal itu membawa Maroko menang dan sekaligus menjadikan Afrika punya semifinalis Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Selepas pertandingan, Sofiane Boufal menari bersama ibunya di lapangan. Momen itu memperlihatkan sisi emosional dari perjalanan Maroko, yang tidak hanya diisi hasil besar tetapi juga kebanggaan keluarga dan identitas.

Warisan yang tertinggal dari Qatar

Perjalanan Maroko akhirnya berhenti di semifinal setelah kalah 2-0 dari Prancis. Cedera ikut memengaruhi kondisi tim, tetapi capaian mereka tetap berdiri sebagai salah satu kisah paling bersejarah dalam Piala Dunia.

Dari Qatar, Maroko pulang dengan citra yang berubah total. Mereka tidak lagi dipandang sekadar tim yang mengejutkan lawan, melainkan simbol kebangkitan yang membawa pengaruh luas bagi sepak bola Afrika dan dunia Arab.

Source: www.goal.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru