Latihan Disiplin Antarkan Yad Dan Irma Menembus Batas Di Lintasan Dan Maraton

Author: Redaksi Android62

Perjalanan Yad Hapizudin dan Irma Handayani menunjukkan bahwa capaian besar di lintasan tidak muncul dari satu perlombaan. Keduanya membangun karier lewat latihan yang konsisten, disiplin yang kuat, dan kesiapan mental untuk terus menghadapi tekanan kompetisi.

Di pusat cerita itu, ada dua jalan yang berbeda tetapi sama-sama menuntut ketekunan. Yad datang dari nomor 1.500 meter, sementara Irma dikenal sebagai maratoner yang menjaga performa di ajang-ajang besar.

Ketahanan, ritme, dan tekad dalam latihan

Di balik hasil yang mereka raih, pola latihan menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar. Sesi seperti interval dan long run mereka jalani untuk membentuk fisik sekaligus memperkuat daya tahan mental saat bertanding.

Yad menyoroti bagian akhir lomba sebagai fase yang paling menentukan. Ia menyebut, “Di 2 km terakhir itu biasanya sudah adu speed,” yang menggambarkan betapa pentingnya kesiapan tubuh saat memasuki momen penentu.

Irma memandang maraton dari sisi yang berbeda, yakni kemampuan menjaga ritme dari awal hingga akhir. Ia menekankan perlunya dukungan yang membantu performa tetap stabil sepanjang lomba, karena maraton menuntut konsistensi di setiap bagian perlombaan.

Yad: dari ekstrakurikuler sekolah ke arena yang lebih besar

Perjalanan Yad Hapizudin bermula dari aktivitas sekolah di Lombok Timur. Ia sempat mencoba silat dan lari di ekstrakurikuler sebelum akhirnya menemukan cabang yang paling serius ia tekuni.

Sebuah kemenangan di kompetisi pelajar menjadi titik balik penting dalam kariernya. Sejak saat itu, lari tidak lagi sekadar kegiatan biasa, melainkan jalur prestasi yang membutuhkan target, latihan terukur, dan konsistensi.

Perkembangan Yad terlihat dari pencapaian yang terus membaik di berbagai ajang. Ia baru saja tampil sebagai juara di Singapore Open Track and Field Championships 2026 dan sekaligus memegang rekor nasional U-20.

Kemampuannya juga terlihat saat turun di nomor lain. Yad mencatat waktu 15:08 pada nomor 5 km di Adhyaksa International Run 2026, yang menunjukkan bahwa kapasitasnya tidak hanya terbatas pada nomor spesialis.

Irma: dari pengalaman sulit ke performa kompetitif

Irma Handayani membawa kisah yang berbeda, tetapi sama kuatnya. Pelari asal Kalimantan Timur ini kini dikenal sebagai maratoner yang terus menjaga performa di panggung kompetitif, termasuk di Daegu Marathon 2026 di Korea Selatan dengan catatan 2 jam 56 menit 1 detik.

Awal perjalanannya tidak selalu ideal. Irma pernah mengikuti lomba tanpa sepatu, pengalaman yang justru menjadi dorongan baginya untuk berkembang dan mencari performa yang lebih baik.

Seiring waktu, lari berubah menjadi komitmen penuh. Untuk berada di level kompetitif, Irma harus menata ulang banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk waktu istirahat dan kebersamaan dengan orang-orang terdekat.

Meski pernah mencatat pencapaian di ajang Pekan Olahraga Nasional, Irma tetap menempatkan proses sebagai pusat perhatian. Sikap itu membuatnya lebih fokus pada perkembangan jangka panjang daripada sekadar hasil dari satu lomba.

Prestasi yang lahir dari proses panjang

Kisah Yad dan Irma memperlihatkan bahwa perjalanan atlet tidak pernah benar-benar mulus. Keduanya sama-sama melewati fase jenuh, tekanan latihan, dan pengorbanan waktu bersama keluarga maupun lingkungan terdekat.

Walau begitu, proses yang panjang justru membentuk karakter mereka. Yad kini membidik rekor 1.500 meter di kategori senior, sedangkan Irma terus menjaga prinsip untuk menikmati proses tanpa kehilangan arah pada hasil.

Dukungan PUMA ikut hadir dalam perjalanan keduanya, sementara setiap kompetisi dipandang sebagai bagian dari pembentukan kualitas yang lebih matang. Dalam konteks itu, konsep “speed for everyday” menjadi bagian dari dukungan yang membantu mereka saat latihan maupun race day.

Bagi Yad dan Irma, perlengkapan bukan hanya soal kenyamanan. Dukungan yang tepat juga berkaitan dengan efisiensi gerak dan rasa percaya diri saat bersaing di lintasan.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru