Leapmotor B10 Siap Meluncur di GIIAS 2026, SUV Listrik 516 Km dengan Produksi Lokal

Author: Redaksi Android62

Leapmotor B10 akan masuk ke sorotan publik Indonesia lewat GIIAS 2026 di Tangerang, Banten, dengan bekal sebagai SUV listrik kompak yang disiapkan PT Indomobil National Distributor bersama Stellantis. Model ini diposisikan untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional, sekaligus menjadi salah satu andalan baru yang dibawa ke hadapan konsumen.

Kehadiran mobil ini tidak hanya diarahkan untuk tampil di panggung pameran. Indomobil juga sudah menyiapkan strategi produksi lokal sebagai dasar pengenalan model tersebut kepada publik saat ajang GIIAS pertengahan tahun ini.

Fokus pada pasar Indonesia

Langkah produksi lokal menunjukkan bahwa Indomobil tidak sekadar ingin memperkenalkan produk baru. Arah yang disiapkan juga mencakup fondasi distribusi dan pemasaran setelah Leapmotor B10 resmi diperkenalkan.

CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw menegaskan kesiapan perusahaan dalam membawa model baru itu ke publik. Ia menyampaikan bahwa rencana produksi lokal sudah disusun untuk memperkenalkan mobil ini dalam acara GIIAS pertengahan tahun.

Di tengah pasar kendaraan listrik yang makin ramai, langkah tersebut memperlihatkan keseriusan Indomobil dan Stellantis dalam membangun kehadiran yang lebih kuat. Fokusnya bukan hanya mengejar perhatian awal, tetapi juga menjaga keberlanjutan penjualan di dalam negeri.

Teknologi C2C jadi pembeda

Selain strategi pasar, Leapmotor B10 juga menonjol lewat teknologi yang dibawanya. Mobil ini menggunakan Cell-to-Chassis atau C2C, yaitu sistem yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis kendaraan.

Pabrikan mengklaim pendekatan ini dapat meningkatkan kekakuan bodi dan menjaga stabilitas mobil saat bermanuver. Bagi calon pembeli mobil listrik, karakter seperti ini bisa menjadi nilai tambah selain desain dan efisiensi.

Integrasi baterai ke struktur kendaraan juga memberi kesan berkendara yang lebih solid. Kehadirannya di segmen SUV kompak membuat model ini relevan bagi konsumen yang mencari mobil listrik berukuran praktis dengan teknologi elektrifikasi modern.

Daya jelajah yang jadi perhatian

Salah satu daya tarik utama Leapmotor B10 ada pada klaim jarak tempuhnya. Mobil ini disebut mampu menempuh hingga 516 kilometer dalam satu kali pengisian penuh berdasarkan standar New European Driving Cycle atau NEDC.

Angka tersebut menjadi modal penting di pasar mobil listrik yang persaingannya semakin ketat. Jarak tempuh yang jauh kerap menjadi pertimbangan utama konsumen, terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.

Kombinasi antara teknologi C2C dan klaim daya jelajah itu membuat Leapmotor B10 ditempatkan sebagai opsi yang menjanjikan di kelas SUV listrik kompak. Posisi tersebut juga memperlihatkan arah strategi Indomobil dan Stellantis dalam menawarkan produk yang memiliki nilai jual jelas di pasar Indonesia.

GIIAS 2026 jadi panggung awal

GIIAS 2026 akan menjadi momen pertama untuk melihat respons publik terhadap Leapmotor B10 di Indonesia. Ajang ini juga menjadi ruang penting bagi Indomobil untuk menunjukkan arah baru pemasaran kendaraan listrik yang tengah disiapkan.

Debut di pameran tersebut akan memberi gambaran awal mengenai penerimaan pasar, apalagi konsumen Indonesia kini semakin akrab dengan kendaraan listrik. Dengan dukungan rencana produksi lokal dan spesifikasi yang menonjol, Leapmotor B10 masuk ke pasar dengan bekal yang cukup kuat.

Perhatian pasar berikutnya akan tertuju pada bagaimana Indomobil menjalankan distribusi dan memperluas jangkauan model ini setelah tampil di GIIAS 2026, terutama karena Leapmotor B10 datang membawa teknologi baterai terintegrasi dan klaim jarak tempuh yang kompetitif.

Source: jateng.antaranews.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru