Lebih Dari 9 Juta Rumah Tak Berpenghuni, Jepang Coba Program Hunian Gratis Bersyarat

Author: Redaksi Android62

Di Jepang, rumah kosong tidak lagi identik dengan desa terpencil. Bangunan tak berpenghuni kini juga muncul di kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya, sementara pemerintah daerah mulai menawarkan hunian gratis dengan syarat tertentu agar rumah-rumah itu tidak terus dibiarkan rusak.

Data Kementerian Dalam Negeri Jepang menunjukkan jumlah rumah kosong sudah melampaui 9 juta unit. Angka itu setara sekitar 13,8 persen dari total pasokan perumahan nasional, dan proyeksinya disebut dapat memburuk dalam satu dekade ke depan.

Fenomena ini menegaskan bahwa persoalan perumahan di Jepang sudah berubah menjadi isu nasional. Banyak bangunan masih berdiri, tetapi kehilangan fungsi ekonominya karena tidak lagi layak dipakai secara optimal atau tidak menarik bagi pembeli baru.

Populasi turun, rumah ikut ditinggalkan

Salah satu penyebab terbesar berasal dari perubahan demografi. Jumlah penduduk Jepang kini berada di kisaran 122 juta orang, atau sekitar 4 juta lebih sedikit dibandingkan 20 tahun lalu menurut laporan yang dikutip dari The Hustle.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan populasi Jepang bisa turun di bawah 100 juta pada 2050. Pada saat yang sama, sekitar 30 persen penduduk Jepang sudah berusia di atas 65 tahun, sehingga banyak rumah ditinggalkan ketika pemilik pindah ke fasilitas perawatan atau tinggal bersama keluarga.

Perpindahan generasi muda ke kota besar juga ikut mempercepat kekosongan rumah. Rumah keluarga di daerah pedesaan sering ditinggalkan karena anak-anak memilih menetap di tempat lain untuk mencari pekerjaan.

Rumah warisan yang tidak lagi menguntungkan

Dalam banyak kasus, rumah yang kosong tetap tercatat sebagai aset keluarga, tetapi tidak lagi memberi nilai ekonomi yang berarti. Biaya perawatan dan pajak membuat properti seperti ini tidak selalu menarik untuk dipertahankan, terutama jika lokasinya jauh dari pusat aktivitas.

Kondisi itu diperparah oleh karakter pasar properti Jepang yang berbeda dari banyak negara lain. Rumah di Jepang cenderung cepat turun nilainya dan sering dianggap kurang bernilai setelah beberapa dekade.

Rata-rata umur bangunan tempat tinggal di Jepang hanya sekitar 32 tahun. Angka itu jauh di bawah Amerika Serikat yang sekitar 55 tahun dan Inggris yang sekitar 77 tahun, sehingga budaya membangun baru dan merobohkan bangunan lama menjadi sangat umum.

Sebagian rumah tua juga dibangun pada periode setelah Perang Dunia II dengan standar konstruksi yang terburu-buru. Faktor gempa besar pada masa tertentu turut memengaruhi kualitas bangunan, sehingga banyak rumah lama semakin sulit dipertahankan.

Pemerintah daerah mencoba mengisi kembali rumah kosong

Untuk menekan jumlah bangunan tak berpenghuni, sejumlah pemerintah daerah menggunakan akiya bank. Skema ini mempertemukan pemilik rumah kosong dengan calon pembeli agar properti yang terbengkalai bisa kembali dimanfaatkan.

Selain itu, ada pula insentif renovasi dan program pemberian rumah gratis dengan syarat tertentu. Langkah ini dipakai agar bangunan tidak terus kosong dan tetap memiliki penghuni baru.

Meski begitu, upaya tersebut belum menyentuh akar masalah. Penurunan populasi, perubahan struktur sosial, dan karakter pasar properti bergerak bersamaan, sehingga persoalan rumah kosong terus berulang.

Peluang di balik tumpukan rumah kosong

Di sisi lain, situasi ini juga membuka peluang bagi sebagian pihak. Ada ribuan rumah di Jepang yang dijual sangat murah, bahkan di bawah 10 ribu dolar AS.

Sejumlah investor asing memanfaatkan kondisi itu untuk renovasi, lalu menjadikannya properti sewa atau akomodasi wisata. Namun, skala solusi seperti ini masih terbatas dibandingkan besarnya jumlah rumah kosong yang terus bertambah.

Jika tren tersebut berlanjut, Jepang akan menghadapi tantangan yang makin besar dalam mengelola rumah-rumah tak berpenghuni di kota maupun desa. Persoalannya bukan hanya soal ketersediaan bangunan, tetapi juga soal demografi dan arah pasar yang berubah sangat cepat.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru