Monako Memburu Jejak Ledakan Paket, Warga Ukraina Kini Jadi Tersangka Utama

Author: Redaksi Android62

Ledakan paket di Monako yang melukai serius seorang miliuner Ukraina terkena sanksi dan dua orang lainnya kini menyeret penyelidikan lintas negara. Otoritas setempat masih menelusuri kemungkinan keterlibatan kaki tangan, sementara seorang perempuan Ukraina menjadi tersangka utama.

Interpol telah mengeluarkan Red Notice untuk Anastasiia Berezovska, 39 tahun, yang disebut berbahasa Jerman. Ia dicari atas dugaan percobaan pembunuhan, meletakkan alat peledak di jalan umum dengan niat kriminal, dan konspirasi kriminal.

Ledakan terjadi di pintu masuk gedung apartemen

Insiden itu bermula ketika sebuah paket ditinggalkan di pintu masuk aula sebuah gedung apartemen kecil. Tak lama kemudian, ledakan terjadi saat tiga penghuni sedang masuk, yakni sepasang orang dewasa dan seorang anak berusia 13 tahun.

CCTV memperlihatkan sosok yang mengenakan bucket hat gelap dan sempat diduga laki-laki. Setelah ledakan, tersangka terlihat melarikan diri ke arah komune Prancis, Beausoleil.

Tiga korban dirawat di rumah sakit

Ketiga korban langsung dibawa ke rumah sakit. Dua orang dewasa mengalami luka serius dan dirawat di Nice University Hospital, sedangkan anak berusia 13 tahun itu mengalami luka ringan dan dirawat di rumah sakit anak Lenval di Nice dalam kondisi tidak kritis.

Pada Rabu, kondisi sang pria disebut sudah tidak lagi berada dalam situasi hidup-mati. Kondisi perempuan itu belum stabil, menurut AFP.

Target diduga pengembang properti kaya

Identitas korban belum dikonfirmasi otoritas Monako. Namun laporan lokal menyebut serangan itu menargetkan Vadym Yermolaiev, pasangannya, dan putranya.

Yermolaiev berusia 58 tahun dan dikenal sebagai pengembang properti kaya yang tinggal di Monako. Ia menjadi warga negara Siprus setelah melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019.

Ia juga memiliki kepentingan besar di bisnis anggur dan alkohol di Krimea yang dianeksasi Rusia. Sejak 2023, ia menjadi subjek sanksi yang dijatuhkan pemerintah di Kyiv.

Penyidik masih menelusuri kemungkinan pelaku lain

Jaksa menyampaikan apresiasi kepada polisi Monako dan Prancis atas kerja sama yang membantu mengidentifikasi, dalam waktu sangat singkat, orang yang diduga melakukan serangan itu. Polisi kini juga menelusuri apakah ada pihak lain yang membantu dalam aksi tersebut.

Pangeran Albert II dari Monako menyebut insiden ini sebagai “heinous crime”. Kasus tersebut menambah sorotan pada serangan yang terjadi di wilayah kecil yang berbatasan langsung dengan Prancis itu, dekat kawasan Beausoleil.

Berita Terbaru