Lenovo G02 Ternyata Resmi di China, Isi ROM Nintendo-nya Memicu Pertanyaan Besar

Author: Redaksi Android62

Handheld retro Lenovo G02 menjadi bahan pembicaraan bukan karena spesifikasinya, melainkan karena isi yang dibawanya. Perangkat ini dilaporkan datang dengan ribuan ROM bawaan, termasuk game Nintendo yang tampak tidak memiliki lisensi resmi.

Sorotan itu terasa makin besar karena G02 ternyata bukan produk abal-abal yang sekadar menempelkan logo Lenovo. Retro Dodo menyebut perangkat ini memang sah secara skema lisensi merek regional, meski status resminya hanya berlaku untuk China.

Resmi, tetapi terbatas di China

G02 pertama kali muncul di AliExpress pada awal bulan ini dengan harga $72.92. Banderol tersebut membuatnya terlihat murah untuk sebuah handheld gaming bermerek Lenovo, apalagi jika dibandingkan dengan lini Legion Go 2 yang jauh lebih mahal.

Lenovo sendiri menegaskan bahwa G02 diproduksi lewat perjanjian lisensi merek regional untuk pasar China saja. Perusahaan juga menyatakan perangkat itu tidak termasuk dalam portofolio produk resmi global Lenovo.

Posisi itu menempatkan G02 di area yang unik. Di satu sisi, logo Lenovo pada perangkat ini bukan hasil tempelan sembarangan, tetapi di sisi lain produk tersebut tidak dipasarkan sebagai bagian dari jajaran resmi Lenovo di luar China.

Yang membuatnya kontroversial adalah isi perangkat

Masalah utama justru muncul dari isi handheld tersebut. G02 dilaporkan dikirim dengan ribuan ROM bawaan, dan sebagian di antaranya disebut sebagai judul Nintendo yang tampak tidak berlisensi.

Praktik menyertakan game bawaan memang bukan hal asing di pasar handheld retro murah. Banyak penjual di Amazon, AliExpress, maupun toko pabrikan hanya menampilkan jumlah game atau kapasitas kartu microSD, tanpa daftar judul yang rinci.

Ada juga perangkat lain di segmen ini yang tidak menyebut judul game sama sekali, tetapi saat diterima pembeli ternyata sudah berisi game komersial terkenal. Karena itu, keberadaan ROM bawaan pada G02 sendiri bukan sesuatu yang sepenuhnya baru untuk pasar seperti ini.

Namun, kasus G02 menjadi berbeda karena merek Lenovo ikut menonjol di badan perangkat. Nama besar itu membuat perhatian publik langsung mengarah ke potensi masalah lisensi dan tanggung jawab merek.

Nintendo jadi pusat perhatian

Dari semua judul yang disebut ikut tertanam di G02, nama Nintendo paling banyak menyita perhatian. Secara teori, game-game itu bisa saja memiliki lisensi, tetapi kemungkinan tersebut dinilai kecil karena Nintendo dikenal sangat protektif terhadap kekayaan intelektualnya.

Kondisi ini membuat G02 berada dalam posisi yang tidak nyaman. Lenovo sudah menegaskan bahwa produk tersebut bukan bagian dari portofolio global resminya, tetapi nama Lenovo tetap menjadi wajah utama yang terlihat oleh konsumen.

Ada pula konteks historis yang membuat isu ini makin sensitif. Nintendo memang pernah punya kerja sama terbatas di China, seperti iQue Player yang dirilis pada 2003 sebagai perangkat mirip versi TV dari Nintendo 64 oleh perusahaan iQue.

Sebelum larangan konsol video game di China dicabut, iQue juga pernah menjual versi Game Boy Advance, DS, dan 3DS XL di negara tersebut. Meski begitu, contoh tersebut berada dalam kerja sama resmi yang jelas, sehingga tidak bisa disamakan begitu saja dengan kemunculan game Nintendo pada perangkat white-label seperti G02.

Saat ini, perhatian terhadap Lenovo G02 lebih banyak tertuju pada reputasi merek dan urusan lisensi daripada sisi teknis perangkatnya. Selama nama Lenovo tetap melekat pada handheld yang disebut berisi ROM berhak cipta, perangkat ini tampaknya akan terus jadi bahan sorotan di pasar handheld retro yang sejak lama bergerak di wilayah abu-abu.

Source: www.xda-developers.com
Berita Terbaru