Pilihan bacaan Nikita Willy menunjukkan bahwa peran sebagai ibu tidak hanya dibangun dari pengetahuan soal anak, tetapi juga dari proses memahami diri sendiri. Dari lima buku yang ia baca, terlihat bahwa pengasuhan baginya menyentuh banyak sisi, mulai dari komunikasi, pembentukan karakter, hingga pemulihan luka batin orangtua.
Perhatian publik pada daftar bacaan itu muncul karena Nikita kini lebih sering membagikan perjalanannya sebagai ibu dari dua anak laki-laki. Situasi itu membuat pilihan bukunya terasa menarik, sebab isi bacaan tersebut tidak berhenti pada tips parenting praktis, tetapi juga menyentuh cara berpikir yang lebih luas tentang keluarga.
Salah satu bacaan yang ia pilih adalah Wild Things The Art of Nurturing Boys. Buku ini relevan baginya karena ia membesarkan dua anak laki-laki dan ingin memahami tahapan perkembangan mereka dengan lebih baik.
Dari buku itu, Nikita menangkap pesan bahwa orangtua tidak harus mengontrol anak. Fokus yang lebih penting justru memahami cara kerja otak, perkembangan emosi, dan kebutuhan anak laki-laki sesuai usianya.
Komunikasi yang lebih tenang dalam pengasuhan
Pilihan lain yang dibacanya adalah How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk karya Adele Faber dan Elaine Mazlish. Buku ini memberi panduan agar orangtua bisa berkomunikasi dengan anak secara lebih tenang dan efektif.
Bagi Nikita, kemampuan mendengarkan anak dengan empati menjadi hal penting saat masalah muncul. Buku itu juga menunjukkan bahwa konflik dengan anak tidak harus berujung pada teriakan atau emosi berlebihan jika orangtua punya cara berkomunikasi yang tepat.
Mendidik diri sebelum mendidik anak
Di luar buku parenting, Nikita juga membaca The Ideal Muslimah karya Muhammad Ali al-Hashimi. Buku ini membahas gambaran muslimah ideal menurut Al-Qur’an dan sunah.
Nikita memandang ibu sebagai lingkungan pertama bagi anak. Karena itu, ia merasa perlu mendidik dirinya lebih dulu agar bisa menjadi pribadi yang baik, penyayang, penuh kasih sayang, dan jujur.
Belajar pulih dari luka masa lalu
Buku ParentHeal karya Irfan Aulia dan Adhitya Bayu juga masuk dalam daftar bacaan Nikita. Buku ini ditujukan sebagai teman perjalanan bagi orangtua yang ingin pulih dari luka masa lalu.
Pesan utamanya menekankan keberanian orangtua untuk menyembuhkan diri sendiri. Dari sana, Nikita menangkap bahwa anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna, melainkan orangtua yang mau belajar dan memperbaiki diri.
Filosofi pengasuhan dari Denmark
Bacaan lainnya adalah The Danish Way of Parenting karya Jessica Alexander dan Iben Sandahl. Buku ini dikenal membahas cara membesarkan anak agar tumbuh tangguh, bahagia, dan matang secara emosional.
Di dalamnya ada konsep PARENT yang mencakup Play, Authenticity, Reframing, Empathy, No Ultimatum, serta Togetherness & Hygge. Konsep itu merangkum filosofi pengasuhan khas Denmark, yang dikenal sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia.
Lima buku tersebut memperlihatkan bahwa cara Nikita memandang parenting tidak berdiri pada satu sudut saja. Ia membaca pengasuhan sebagai proses memahami anak, melatih komunikasi, membentuk diri sendiri, dan berani memulihkan luka yang mungkin terbawa dari masa lalu.
Source: www.idntimes.com