Lonjakan Penumpang Di Merak Dan Gilimanuk, Ferry Kian Dipilih Sebagai Jalur Utama Antarpulau

Author: Redaksi Android62

Kepercayaan publik terhadap penyeberangan ferry terlihat menguat saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus. Di sejumlah lintasan utama, arus penumpang dan kendaraan naik tajam dan menempatkan ferry sebagai bagian penting dari mobilitas antarpulau, bukan lagi pilihan cadangan.

Lonjakan itu paling terasa di jalur padat seperti Merak–Bakauheni, Bakauheni–Merak, Ketapang–Gilimanuk, dan Gilimanuk–Ketapang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat tingginya permintaan layanan di lintasan-lintasan tersebut, sekaligus melihat perubahan perilaku masyarakat yang makin mengandalkan penyeberangan untuk perjalanan libur panjang.

Arus padat di dua koridor utama

Pada periode Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5) pukul 14.00 WIB, lintasan Merak–Bakauheni melayani 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Di arah sebaliknya, Bakauheni–Merak, jumlah yang terlayani mencapai 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan.

Kenaikan paling menonjol terjadi pada Kamis (14/5). Di Merak–Bakauheni, trafik penumpang naik 60,7 persen dan kendaraan bertambah 41,5 persen. Pada lintasan balik Bakauheni–Merak, penumpang naik 19,5 persen dan kendaraan meningkat 18,3 persen.

Pola serupa juga terlihat di jalur Ketapang–Gilimanuk. ASDP melayani 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan, dengan lonjakan pada Kamis (14/5) yang mencapai 47,1 persen untuk penumpang dan 25,1 persen untuk kendaraan.

Gilimanuk–Ketapang tetap ramai

Di jalur Gilimanuk–Ketapang, ASDP mencatat 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan. Trafik penumpang di rute ini naik 33,2 persen, sedangkan kendaraan tumbuh 11,4 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyeberangan tetap menjadi jalur andalan saat mobilitas libur panjang meningkat. Di saat arus perjalanan menguat, ferry tampak makin sering dipilih sebagai bagian utama perjalanan antarpulau.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menilai momentum long weekend memperlihatkan naiknya kepercayaan publik terhadap layanan penyeberangan. Ia juga melihat masyarakat kini menempatkan ferry sebagai elemen penting dalam pola perjalanan yang lebih tertib dan terintegrasi.

Layanan diperkuat dari pelabuhan sampai kapal

Untuk mengimbangi tingginya mobilitas, ASDP memperkuat service excellence melalui optimalisasi armada dan kesiapsiagaan personel. Perusahaan juga menegaskan penguatan sistem keamanan serta penerapan standar keselamatan dilakukan secara konsisten, baik di pelabuhan maupun di atas kapal.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut koordinasi dijalankan bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lain. Fokus utama tetap berada pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.

Di pelabuhan, kenyamanan penumpang juga ditopang fasilitas yang lebih lengkap. ASDP menyediakan ruang tunggu berpendingin udara, charging station, kursi pijat, area bermain anak, tempat ibadah, serta tenant makanan dan minuman.

Pemesanan digital ikut mengubah kebiasaan

Perubahan lain datang dari kebiasaan masyarakat menggunakan kanal digital untuk membeli tiket. ASDP mendorong pemesanan melalui platform Ferizy yang memungkinkan pembelian tiket sejak H-60.

Sistem ini membantu pengaturan jadwal perjalanan menjadi lebih tertib dan membuat proses check-in lebih cepat. Windy juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket lebih awal karena penjualan tiket di pelabuhan sudah tidak tersedia.

Ia meminta pengguna jasa menghindari calo agar tidak merugi saat hendak menyeberang. Dengan lalu lintas yang terus naik, pembenahan layanan, dan pemanfaatan kanal digital, ferry kini semakin relevan sebagai penghubung antarpulau yang diandalkan masyarakat.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru