Luce Sudah Dilirik Pembeli Baru, Ferrari Tetap Yakin Meski Kritik Desain Kian Tajam

Ferrari memberi sinyal kuat bahwa Luce tidak akan sulit mencari pembeli, meski model listrik pertamanya itu langsung menuai banyak kritik. Benedetto Vigna menegaskan bahwa respons pasar yang mereka lihat justru menunjukkan minat serius, termasuk dari pelanggan baru.

Dalam acara di Modena pada Kamis, CEO Ferrari itu mengatakan bahwa ketertarikan terhadap Luce datang dari kelompok calon pembeli yang beragam. Ia menyebut ada “strong interest, including from new clients,” dan mengatakan sejumlah tamu yang hadir saat debut mobil tersebut sudah mulai melakukan pembayaran.

Vigna bahkan mengungkap bahwa Ferrari sudah menerima transfer bank dari pelanggan yang melihat mobil itu secara langsung. Bagi Ferrari, hal itu menjadi sinyal yang lebih penting daripada komentar miring yang ramai beredar setelah peluncuran.

Harga tinggi tidak membuat Ferrari mundur

Luce dibanderol €550.000 atau $640.000, angka yang memicu sorotan tajam sejak awal. Namun Vigna justru menyebut harga tersebut “fair to pay for innovation,” menandakan Ferrari melihat banderol itu sebagai bagian dari nilai teknologi dan langkah baru yang mereka bawa.

Pendekatan itu memperlihatkan bagaimana Ferrari membaca pasar secara berbeda. Perusahaan tidak semata menilai dari reaksi publik, tetapi dari minat nyata yang muncul saat calon pelanggan melihat mobilnya langsung.

Menurut Reuters, sekitar 1.600 calon pelanggan sempat melihat mobil listrik itu di Roma pada Senin dan Selasa. Buku pesanan baru dibuka pada Rabu, sehingga gambaran awal soal seberapa besar minat pasar masih akan berkembang setelah periode pemesanan berjalan.

Ferrari berencana mengumumkan angka pasti pesanan Luce pada Juli. Pengumuman itu akan disampaikan bersamaan dengan hasil keuangan kuartal II 2026.

Desain yang memicu debat, bukan penolakan mutlak

Sorotan terbesar terhadap Luce datang dari tampilannya yang dianggap jauh dari citra Ferrari pada umumnya. Banyak penggemar menilai mobil itu tidak membawa emosi khas Maranello, sementara sebagian pengamat melihat kemiripan yang mengganggu dengan mobil dari merek yang lebih biasa.

Desain Luce juga menarik perhatian karena dikerjakan LoveFrom, studio yang didirikan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, bersama Marc Newson. Langkah ini membuat Ferrari mengambil jalur desain yang tidak biasa untuk model listrik pertamanya.

Vigna menolak anggapan bahwa Luce meniru mobil listrik lain. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang melihat dan mencoba mobil itu akan memahami bahwa mobil ini berbeda, baik dari sisi interior, eksterior, maupun performa.

Taruhan besar di tengah reaksi pasar

Bagi Ferrari, Luce bukan sekadar model baru, melainkan ujian penting untuk langkah elektrifikasi pertama mereka. Mobil ini hadir di tengah kritik terhadap desain dan harga, tetapi Ferrari tampak yakin bahwa pasar yang dibidik memang mencari inovasi.

Saham Ferrari sempat turun 8,8 persen setelah debut Luce, lalu mulai pulih lagi. Pergerakan itu menunjukkan bahwa kekhawatiran pasar tidak selalu sejalan dengan keyakinan internal perusahaan.

Optimisme Ferrari tidak datang tanpa penentangan. Mantan bos Ferrari Luca di Montezemolo menilai Luce justru “hurting Ferrari” dan mengingatkan soal risiko “destruction of a legend.”

Di sisi lain, Vigna menegaskan bahwa Luce bukan pengganti lini yang sudah ada. Ferrari tetap akan memproduksi mobil ICE dan hybrid berdampingan dengan model listrik tersebut, sehingga Luce hadir sebagai tambahan, bukan pengganti identitas utama merek itu.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait