Kebakaran hebat meludeskan bangunan Madrasah Diniyah Miftahul Huda di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin, 22 Juni 2026 siang. Api disebut cepat membesar dan dalam hitungan menit menghanguskan seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan kayu.
Polsek Pulokulon bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan awal, polisi menduga sumber api berasal dari korsleting listrik di dalam bangunan madrasah.
Api pertama kali diketahui warga sekitar
Kobaran api pertama kali terlihat oleh Darmi (52), warga yang tinggal di sekitar madrasah. Saat melintas, ia melihat api sudah membesar dan membakar bagian atap bangunan.
Darmi kemudian berteriak meminta pertolongan dan memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar. Informasi tersebut juga diteruskan kepada Darwanto (48) selaku Ketua Yayasan Miftahul Huda.
Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan dan sumber air seadanya. Namun, upaya itu tidak mampu menahan laju api karena konstruksi bangunan didominasi kayu.
Bangunan kayu membuat api cepat menjalar
Bangunan Madin Miftahul Huda berukuran sekitar 12 x 7 meter. Konstruksinya memakai tiang kayu jati, usuk dan reng dari kayu campuran, serta dinding papan kayu.
Material tersebut membuat api lebih cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan. Pada akhirnya, madrasah itu ludes terbakar dan menyisakan puing hangus terutama di bagian tengah.
Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto menyampaikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian material yang dialami pihak yayasan ditaksir cukup besar.
Petugas juga mengamankan beberapa sampel instalasi listrik dari dalam ruangan madrasah untuk kepentingan pemeriksaan. Langkah itu dilakukan guna memastikan penyebab kebakaran secara lebih rinci.
Kerugian ditaksir Rp60 juta
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp60 juta. Nilai itu muncul setelah seluruh bangunan utama dinyatakan hangus dan tidak dapat digunakan lagi.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena madrasah tersebut merupakan sarana pendidikan keagamaan yang dipakai masyarakat setempat untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak. Kebakaran juga menimbulkan kekhawatiran soal keamanan instalasi listrik di bangunan berbahan mudah terbakar.
AKP Danang Esanto mengimbau warga agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum. Ia juga meminta masyarakat segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang sudah usang dan tidak layak pakai.
Selain itu, penggunaan perangkat kelistrikan berstandar SNI kembali ditekankan untuk meminimalkan risiko kebakaran akibat korsleting. Imbauan ini disampaikan agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan permukiman maupun fasilitas pendidikan.
