Mantan BMW Dan Mercedes-Benz Perkuat Xiaomi Auto, Target Eropa Makin Nyata

Author: Redaksi Android62

Xiaomi Auto memperkuat langkah menuju pasar Eropa dengan membuka pusat penelitian dan pengembangan atau R&D di Munich, Jerman. Kehadiran fasilitas ini menegaskan bahwa perusahaan asal China tersebut tidak hanya membidik pasar domestik, tetapi juga sedang menyiapkan pijakan untuk masuk ke segmen mobil listrik premium global.

Langkah itu menjadi perhatian karena tim yang dibangun di Eropa diisi sekitar 50 staf dengan latar belakang pengalaman dari BMW, Porsche, Lamborghini, dan Mercedes-Benz. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi Auto ingin menggabungkan kemampuan teknis dari para insinyur dan eksekutif otomotif Eropa ke dalam pengembangan produknya.

Tim Munich diisi nama-nama besar industri otomotif

Dua sosok yang paling disorot dalam tim ini adalah Rudolf Dittrich dan Claus-Dieter Groll. Rudolf Dittrich memimpin pusat R&D Eropa setelah terlibat dalam proyek mobil balap BMW M4 GT3.

Sementara itu, Claus-Dieter Groll dipercaya memimpin divisi dinamika kendaraan. Pengalamannya mencakup sejumlah model BMW seperti Seri 3, Seri 4, Z4, X5, X6, dan X7.

Masuknya tenaga ahli dari merek-merek premium Eropa memberi sinyal bahwa Xiaomi Auto tidak sekadar memburu pertumbuhan penjualan. Perusahaan tampak ingin membangun reputasi yang lebih kuat pada aspek rasa berkendara, kualitas teknis, dan pengembangan produk yang lebih matang.

Pendekatan itu penting karena pasar mobil listrik kelas atas menuntut lebih dari sekadar performa tinggi. Karakter handling, tuning sasis, dan identitas mobil juga menjadi faktor yang sangat menentukan.

YU7 GT jadi fokus awal pengembangan

Model pertama yang langsung ditangani tim Eropa adalah YU7 GT, yakni versi performa dari SUV YU7. Xiaomi Auto menyebut model tersebut akan meluncur pada akhir Mei, meski rincian spesifikasinya belum diumumkan.

Penempatan YU7 GT sebagai proyek awal menunjukkan bahwa orientasi tim Munich berada di jalur performa. Pilihan ini juga selaras dengan kebutuhan pasar EV yang semakin padat dan kompetitif.

Di tengah persaingan tersebut, citra sebagai mobil listrik cepat dan canggih menjadi nilai tambah yang penting. Xiaomi Auto tampaknya ingin memakai pengalaman teknik Eropa untuk memperkaya karakter produk yang sudah lebih dulu dibangun.

Saat ini Xiaomi Auto memiliki tiga model dalam portofolionya, yaitu sedan SU7, SU7 Ultra, dan SUV YU7. SU7 menjadi model awal yang kemudian diikuti varian performa untuk memperluas jangkauan produk di pasar kendaraan listrik.

Eropa dipilih sebagai pasar luar negeri pertama

Pembukaan pusat R&D di Jerman juga berkaitan erat dengan rencana ekspansi bisnis yang lebih besar. CEO Xiaomi Auto, Lei Jun, menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan ekspansi global pada 2027, dengan Eropa sebagai pasar luar negeri pertama.

Munich dipilih sebagai lokasi strategis karena Jerman menjadi titik awal dari strategi luar negeri Xiaomi Auto. Posisi tersebut membuat perusahaan lebih dekat dengan salah satu pusat industri otomotif paling berpengaruh di Eropa.

Kehadiran fasilitas penelitian di sana memperlihatkan bahwa Xiaomi Auto ingin menyiapkan fondasi sejak awal sebelum benar-benar masuk ke pasar yang lebih luas. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyesuaikan pengembangan produk dengan ekspektasi konsumen Eropa.

Bekal produksi di China ikut menopang ambisi ekspansi

Rencana ke luar negeri itu juga ditopang oleh capaian pengiriman di pasar domestik. Perusahaan menyebut lebih dari 400.000 mobil telah dikirim ke konsumen pada tahun lalu, sementara target pengiriman pada 2026 ditetapkan mencapai 550.000 kendaraan.

Kinerja SU7 ikut membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap Xiaomi Auto. Pada Maret, perusahaan meluncurkan versi terbaru SU7 dan menyebut telah mengirim 26.000 unit SU7 serta mengamankan 60.000 pesanan terkonfirmasi hingga 23 April.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa Xiaomi Auto sedang membangun momentum bisnis di saat yang sama dengan persiapan ekspansi. Basis produksi dan pengiriman yang kuat menjadi salah satu bekal penting sebelum perusahaan melangkah ke Eropa.

Pola rekrutmen global terus diperluas

Pusat R&D di Munich bukan satu-satunya cara Xiaomi Auto memperkuat organisasi. Sebelumnya, perusahaan juga merekrut mantan eksekutif Tesla China, Kong Yanshuang, untuk bidang penjualan.

Xiaomi Auto juga dilaporkan mendatangkan Song Gang, mantan eksekutif manufaktur di Gigafactory Tesla Shanghai. Deretan rekrutmen tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan tengah membangun kapasitas internal secara agresif di banyak lini sekaligus.

Dengan kombinasi talenta dari BMW, Mercedes-Benz, Tesla, serta merek lain, Xiaomi Auto tampak menyiapkan diri secara lebih matang sebelum masuk ke Eropa. Fokusnya tidak hanya pada produk, tetapi juga pada fondasi organisasi yang mendukung persaingan di pasar mobil listrik premium.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru