Komika Mega Salsabillah mengaku terkejut ketika video satir yang dibuatnya justru dipercaya banyak orang sebagai fakta. Konten yang menyinggung isu penggeledahan rumah di Sentul milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah itu bahkan membuat polisi datang meminta klarifikasi.
Reaksi publik meluas jauh di luar dugaan. Banyak warganet menangkap narasi dalam video itu sebagai cerita nyata, termasuk bagian yang menyebut Mega memiliki 74 kilogram emas batangan.
Satir yang dianggap serius
Kepada detikcom di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026), Mega menjelaskan bahwa konten tersebut sejak awal memang ditujukan sebagai satir. Ia membangun narasi seolah-olah uang dan aset yang sedang ramai dibahas adalah miliknya, karena identitas pemilik sebenarnya tidak disebut dalam pemberitaan yang ia ikuti.
Menurut Mega, narasi itu terlihat meyakinkan sehingga banyak orang tidak menangkap unsur sindiran di dalamnya. Ia menyebut satir memang bisa berubah jadi bola liar ketika tidak diberi penjelasan sejak awal.
| Hal yang Dipersepsikan Publik | Penjelasan Mega |
|---|---|
| Memiliki 74 kilogram emas | Itu bagian dari satir, bukan fakta |
| Terlibat dalam uang yang disorot publik | Ia tidak memiliki hubungan dengan uang tersebut |
Klarifikasi polisi, bukan penghapusan konten
Mega menegaskan bahwa kedatangan polisi ke rumahnya bukan untuk meminta video itu diturunkan dari media sosial. Pemeriksaan hanya dilakukan untuk memastikan dirinya tidak terkait dengan uang yang tengah menjadi sorotan publik.
Ia juga menyebut polisi tidak meminta konten tersebut dihapus. Yang diminta hanya video klarifikasi agar publik tidak terus salah memahami isi unggahan itu.
Pengalaman tersebut membuat Mega lebih berhati-hati saat menggarap satir di media sosial. Ke depan, ia berencana memberi penjelasan tambahan di kolom caption agar pesan sindiran tidak kembali dipahami sebagai pernyataan faktual.
“Iya, tapi mungkin rada aku jelasin ya di caption, ‘Ini konten’ gitu,” ujarnya.
Kasus ini menunjukkan bahwa konten satir di media sosial dapat dengan mudah melahirkan tafsir yang melenceng dari maksud pembuatnya. Dalam kasus Mega, bagian yang paling tidak disangka justru adalah banyaknya orang yang percaya ia benar-benar memiliki emas 74 kilogram.
