Ernando Ari Sutaryadi menilai kompetisi tambahan di luar liga utama bisa menjadi jalan penting bagi pemain muda untuk memperoleh menit bermain yang selama ini sulit mereka dapatkan. Kiper utama Persebaya Surabaya itu melihat situasi di kasta tertinggi membuat persaingan pemain lokal semakin ketat.
Pandangan tersebut ia sampaikan di SCTV Tower, Jakarta Pusat, seusai mengikuti sesi jumpa pers Piala Presiden 2026. Ernando menyoroti bahwa ruang tampil pemain muda kian tergerus ketika klub dapat mendaftarkan hingga 11 pemain asing di Super League.
Peluang tampil makin sempit
Menurut Ernando, kondisi itu membuat sejumlah pemain lokal berisiko jarang turun bermain karena klub cenderung mengandalkan nama-nama yang sama di setiap laga. Situasi tersebut, kata dia, tidak ideal bagi perkembangan talenta muda yang butuh pengalaman pertandingan resmi.
“Ya itu yang kita tunggu-tunggu bagi pemain ya, karena kita kasihan juga sama teman-teman kita yang lain,” ujar Ernando. Ia menekankan bahwa menit bermain merupakan bagian penting dalam proses berkembang seorang pemain.
Tanpa kesempatan tampil, banyak pemain muda hanya menjalani latihan tanpa benar-benar menguji kemampuan mereka di pertandingan. Karena itu, kompetisi resmi tambahan dinilai lebih bermanfaat dibanding sekadar menambah agenda pramusim.
Harapan pada Piala Indonesia dan League Cup
Ernando menilai wacana Piala Indonesia patut disambut positif karena bisa memberi ruang kompetitif yang lebih luas. Ajang tersebut terakhir kali digelar pada 2019 dan ketika itu dimenangi PSM Makassar.
Ia juga mengaitkan kebutuhan itu dengan kabar rencana I.League menggulirkan kompetisi bertajuk League Cup atau Piala Liga. Turnamen tersebut disebut akan melibatkan klub dari Super League dan Championship dengan durasi sekitar enam hingga tujuh pekan hingga babak final.
Baginya, tambahan kompetisi akan membuat persaingan lebih hidup dan memberi lebih banyak kesempatan bagi pemain untuk menunjukkan kualitas. Kehadiran ajang resmi di luar liga utama dinilai bisa menjadi solusi bagi mereka yang belum mendapat menit bermain cukup.
Piala Presiden tetap punya peran
Meski mendorong adanya kompetisi yang lebih panjang, Ernando tetap menilai Piala Presiden memiliki nilai penting. Turnamen pramusim itu dianggap berguna sebagai ajang persiapan sekaligus panggung untuk menarik perhatian pelatih tim nasional.
Ernando mengatakan penampilan di turnamen seperti itu bisa menjadi bahan pantauan bagi tim pelatih. “Jadi itu bisa jadi salah satu opsi juga untuk para coach melihat performa kita di timnas dan juga di klub juga,” ucap kiper berusia 24 tahun itu.
Dengan status sebagai penjaga gawang utama Persebaya dan koleksi 13 caps bersama Timnas Indonesia, Ernando menempatkan kompetisi tambahan sebagai kebutuhan yang nyata. Ia melihat persaingan yang sehat di level klub dan bertambahnya ajang resmi akan membantu pemain menjaga ritme permainan sekaligus memperkuat daya saing mereka.
Rangkuman poin penting
| Topik | Inti keterangan | Detail utama |
|---|---|---|
| Kompetisi tambahan | Dinilai penting untuk pemain muda | Memberi menit bermain dan pengalaman laga resmi |
| Piala Indonesia | Didukung sebagai ajang resmi | Terakhir digelar pada 2019, dimenangi PSM Makassar |
| League Cup | Rencana kompetisi baru dari I.League | Melibatkan klub Super League dan Championship selama sekitar 6-7 pekan |
| Piala Presiden | Tetap dianggap berguna | Menjadi ajang persiapan dan pantauan performa pemain |







