Langit gelap menjelang fajar menjadi waktu paling menguntungkan untuk menyaksikan hujan meteor Eta Aquarid. Pada fase itulah meteor yang melintas cepat lebih mudah terlihat, terutama jika pengamatan dilakukan jauh dari cahaya kota dan tanpa gangguan pandangan.
Puncak fenomena ini diperkirakan berlangsung pada Selasa malam hingga menjelang fajar Rabu. Walau tidak membutuhkan alat khusus, hasil pengamatan sangat bergantung pada kondisi langit dan lokasi yang dipilih.
Waktu terbaik untuk menatap langit
Royal Museums Greenwich menyebut Eta Aquarid aktif sejak 19 April hingga 28 Mei 2026. Namun, momen yang paling ditunggu tetap terjadi saat puncaknya pada Selasa malam hingga menjelang fajar Rabu.
EarthSky menjelaskan bahwa menjelang fajar adalah waktu paling ideal karena titik radian baru muncul pada dini hari lalu makin tinggi seiring waktu. Saat langit masih gelap, meteor lebih mudah tertangkap mata.
Lokasi gelap memberi peluang lebih besar
Tempat yang jauh dari polusi cahaya menjadi faktor paling penting. Area terbuka tanpa lampu kota, gedung tinggi, atau penghalang pandangan akan membantu pengamat melihat meteor yang melintas lebih jelas.
Pengamat di Belahan Bumi Selatan punya keuntungan lebih besar saat memantau Eta Aquarid. Dalam langit yang gelap tanpa gangguan cahaya bulan, jumlah meteor yang terlihat bisa mencapai 50 per jam.
Di Belahan Bumi Utara, termasuk Asia, pengamatan tetap mungkin dilakukan. Jumlah meteor yang terlihat umumnya berada di kisaran 10 hingga 30 per jam.
Asal usul hujan meteor ini
Eta Aquarid berasal dari jalur debu dan serpihan yang ditinggalkan Komet Halley saat mengorbit Matahari. Meteor muncul ketika serpihan kecil itu terbakar di atmosfer Bumi dan meninggalkan jejak cahaya singkat seperti bintang jatuh.
Nama Eta Aquarid diambil dari titik radian di dekat Eta Aquarii dalam rasi Aquarius. Titik ini menunjukkan arah semu asal meteor jika lintasannya ditarik ke belakang.
Komet Halley sendiri termasuk salah satu komet paling terkenal dalam sejarah pengamatan manusia. Komet itu mendekati Bumi sekitar setiap 76 tahun, pernah terlihat pada 1986, dan diperkirakan kembali pada 2061.
Kondisi bulan dan cara mengamati
Puncak Eta Aquarid kali ini akan sedikit terpengaruh cahaya bulan. Saat puncak berlangsung, bulan berada dalam fase waning gibbous yang masih cukup terang meski mulai menyusut.
Cahaya bulan bisa menutupi meteor yang lebih redup. Meski begitu, meteor yang terang dengan jejak panjang tetap berpeluang terlihat, terutama saat langit masih gelap menjelang fajar.
Pengamatan paling nyaman dilakukan dengan pandangan ke langit terbuka seluas mungkin. Duduk atau berbaring juga membantu memperluas bidang pandang dan membuat sesi mengamati lebih mudah dijalani.
Persiapan sederhana sebelum mulai mengamati
Mata perlu beradaptasi dengan kegelapan selama 20 hingga 30 menit sebelum pengamatan dimulai. Selama waktu itu, penggunaan ponsel atau cahaya terang sebaiknya dihindari agar mata tetap peka terhadap objek samar.
Menurut Space, hujan meteor tidak memerlukan teleskop atau alat khusus. Pengamat cukup mencari lokasi gelap, menghindari posisi yang langsung berhadapan dengan bulan, dan bila perlu memakai pohon atau bangunan untuk menghalangi cahaya bulan.
Arah timur di sekitar konstelasi Aquarius patut diperhatikan, meski meteor bisa muncul dari berbagai arah. Dengan langit yang cukup gelap dan posisi pantau yang tepat, Eta Aquarid 2026 tetap menjadi salah satu fenomena langit yang layak ditunggu.
Source: www.beritasatu.com