Menu Ketat Cristiano Ronaldo Di Usia 41, Tanpa Gula, Susu, Dan Tepung

Author: Redaksi Android62

Di balik penampilan Cristiano Ronaldo yang masih sangat terjaga di usia 41 tahun, ada pola makan yang benar-benar ketat. Ia disebut menjauhi gula, susu, dan makanan berbasis tepung, lalu tetap menjaga pilihan makanannya agar selaras dengan kebutuhan fisik seorang atlet elit.

Disiplin itu datang dari susunan menu harian yang rapi dan terukur. Giorgio Barone, mantan koki pribadi Ronaldo, menjelaskan kepada Covers.com bahwa menu sang megabintang tidak hanya soal porsi, tetapi juga soal kualitas dan jenis makanan yang masuk ke tubuhnya.

Menu pagi dimulai dari yang sederhana

Barone menyebut pagi Ronaldo biasanya dibuka dengan makanan yang ringan namun bernutrisi. Pilihannya bisa berupa alpukat, kopi, dan telur, tetapi semuanya disajikan tanpa tambahan gula.

Kebiasaan itu memperlihatkan bahwa Ronaldo memilih sumber energi yang stabil sejak awal hari. Ia tidak bergantung pada makanan manis yang memberi dorongan singkat, melainkan pada asupan yang lebih cocok untuk latihan dan konsentrasi.

Makan siang tetap dijaga seimbang

Pada jam makan siang, isi piring Ronaldo tetap dibuat sederhana dan terkontrol. Menu utamanya biasanya ayam atau ikan, lalu selalu ditemani sayuran sebagai pelengkap penting.

Jika membutuhkan karbohidrat, sumbernya bukan berasal dari pasta, roti, atau bahan olahan berbasis tepung. Sayuran disebut sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut tanpa membuat pola makan terasa berat.

Malam hari dibuat lebih ringan

Menjelang malam, menu Ronaldo justru tidak semakin besar. Barone menjelaskan bahwa makan malam biasanya berisi ikan atau daging fillet, tetap bersama sayuran.

Pengaturan seperti ini membantu tubuh tidak bekerja terlalu keras sebelum istirahat. Dengan porsi yang lebih ringan, ritme pemulihan tubuh bisa berjalan lebih nyaman dan kebugaran tetap terjaga.

Larangan yang paling tegas: gula, susu, dan minuman manis

Salah satu aturan paling keras dalam pola makan Ronaldo adalah menjauh dari gula. Barone menegaskan bahwa kebiasaan itu menjadi bagian utama dari disiplin makan sang pemain agar menu hariannya tetap bersih dari unsur manis berlebihan.

Selain gula, Ronaldo juga disebut tidak minum susu dan tidak mengonsumsi minuman bersoda. Barone bahkan menyoroti pandangan tegas soal susu yang dianggap tidak sejalan dengan kebiasaan alami manusia dewasa.

Jeroan tetap masuk dalam daftar pilihan

Di tengah banyak pembatasan, Ronaldo ternyata masih memberi ruang untuk makanan yang padat gizi. Barone menyebut hati, jantung, dan otak sebagai bagian makanan yang tetap ia konsumsi.

Menurut Barone, hati memiliki kandungan zat besi yang tinggi dan sangat penting bagi pola makan atlet. Ia bahkan menyebut bagian itu sebagai “superfood”, sementara Ronaldo disebut menyukainya karena manfaat nutrisinya.

Disiplin yang ikut menjaga performa

Pola makan seperti ini membantu menjelaskan mengapa kondisi Ronaldo masih terlihat prima di lapangan. Kombinasi protein, sayuran, pembatasan gula, dan jauhnya makanan olahan membuat tubuhnya tetap dijaga dalam kondisi siap bermain.

Hasilnya juga tercermin dari performanya, karena Ronaldo masih mampu tampil tajam dan mencetak 26 gol musim ini. Dari penjelasan Barone, terlihat bahwa kebugaran Ronaldo bukan muncul begitu saja, melainkan lahir dari sistem makan yang sangat terukur dari pagi hingga malam.

Berita Terbaru