Truk Sampah ke Bantargebang Susut 300-an per Hari, Pilah Sampah Jadi Tumpuan

Author: Redaksi Android62

Jumlah truk pengangkut sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang turun dari sekitar 1.200 unit menjadi kisaran 900-an unit per hari. Penurunan sekitar 300-an truk itu dinilai sebagai sinyal awal berkurangnya beban sampah yang harus dibawa ke lokasi pengolahan akhir di Kota Bekasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan perubahan tersebut perlu dijaga melalui pemilahan sampah yang berjalan konsisten di seluruh wilayah ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin penanganan sampah dimulai lebih dekat dari sumbernya, bukan hanya bertumpu pada Bantargebang.

Pramono menyampaikan perkembangan jumlah kendaraan pengangkut sampah itu saat berada di Jakarta Selatan pada Selasa (21/7). Ia menilai pengurangan perjalanan truk akan bergantung pada kemampuan warga dan fasilitas pengolahan dalam memisahkan serta menangani sampah sebelum menjadi residu.

“Dulu setiap hari itu di Bantargebang transportasi truknya yang masuk itu kurang lebih 1200 (truk). Sekarang ini sudah mengalami penurunan, bahkan beberapa waktu yang lalu di sekitar 900-an,” kata Pramono.

Periode Jumlah truk per hari Keterangan
Sebelumnya Sekitar 1.200 truk Pengangkutan sampah menuju Bantargebang
Beberapa waktu terakhir Sekitar 900-an truk Disebut mengalami penurunan signifikan

Pemilahan dari Lingkungan Warga

Program pilah sampah akan tetap dilanjutkan sebagai langkah utama untuk menekan volume pengangkutan harian. Kebijakan ini diarahkan agar sampah dapat dipisahkan dan dikelola sejak dari rumah maupun lingkungan warga.

Pemilahan menjadi penting karena tidak semua sampah harus berakhir sebagai timbunan di tempat pemrosesan akhir. Semakin banyak sampah yang ditangani sebelum tahap pengangkutan, semakin kecil pula residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.

“Jadi, ada penurunan yang cukup signifikan. Akan kami lanjutkan dengan program pilah sampah,” ujar Pramono. Pernyataan itu menegaskan bahwa penurunan jumlah truk bukan akhir dari kebijakan, melainkan dasar untuk memperkuat pengolahan sampah dari hulu.

TPS3R Akan Diaktifkan Kembali

Pemprov DKI juga menyiapkan pengaktifan kembali fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS3R di Jakarta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mengolah sampah terlebih dahulu sebelum sisa residunya dibawa ke Bantargebang.

Pramono mengatakan pengaktifan TPS3R telah dibahas dalam rapat mengenai penanganan Bantargebang. Pemerintah akan mendukung langkah itu melalui investasi peralatan dan kerja sama dengan pihak swasta.

“Kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS3R-nya,” kata Pramono. Ia juga menyatakan akan meninjau langsung empat hingga lima titik TPS3R.

Perubahan Sistem di Bantargebang

Pengurangan kiriman sampah dari Jakarta berlangsung bersamaan dengan perubahan metode pengelolaan di TPST Bantargebang. Pemprov DKI mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di kawasan yang berada di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tahap awal kebijakan dilakukan dengan menutup dua zona aktif pembuangan sampah dan menerapkan sistem controlled landfill. Sistem ini mulai dijalankan pada Jumat (17/7), diawali pemasangan media penutup pada area atas Zona 2 oleh Unit Pengelola Sampah Terpadu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menyebut media penutup digunakan untuk mengurangi bau dan membantu pengendalian emisi gas. Penutup tersebut juga ditujukan untuk meminimalkan terbentuknya air lindi akibat air hujan yang masuk ke timbunan sampah.

Program pemilahan, pengaktifan TPS3R, dan penerapan controlled landfill menjadi rangkaian kebijakan yang saling berkaitan. Hasilnya akan terlihat dari seberapa besar sampah dapat diselesaikan sebelum residunya memasuki TPST Bantargebang.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru