Sebagian jemaah Kloter 8 PLM yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung kini memasuki fase akhir rangkaian haji setelah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel di Makkah. Setelah melewati mabit dan pelontaran jumrah, mereka masih harus menuntaskan sejumlah ibadah sebelum benar-benar bersiap pulang ke Tanah Air.
Pergerakan jemaah dilakukan melalui dua pilihan, yakni Nafar Awal dan Nafar Sani. Sebagian memilih kembali lebih cepat, sedangkan sebagian lain bertahan lebih lama di Mina sesuai keputusan masing-masing.
Ketua Kloter 8 PLM, Giapul Prabungga, menyampaikan bahwa jemaah yang sudah kembali ke hotel berada dalam kondisi baik. Ia juga memastikan tahapan ibadah berjalan lancar sejak awal hingga pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.
Menurut Giapul, seluruh jemaah Kloter 8 PLM sejauh ini tetap sehat setelah melewati puncak haji. Kondisi itu menjadi kabar penting karena perjalanan ibadah masih berlanjut di Makkah dan membutuhkan fisik yang tetap terjaga.
Setelah kembali ke hotel, jemaah masih memiliki rangkaian yang harus dijalani, yaitu Tawaf Ifadah dan Sa’i. Sesudah itu, mereka akan melaksanakan Tawaf Wada atau tawaf perpisahan sebelum kembali ke Indonesia.
Tahap setelah Mina ini menjadi bagian penting karena puncak ibadah memang sudah dilewati, tetapi kewajiban haji belum selesai. Karena itu, jemaah diminta tetap fokus dan menjaga kondisi tubuh selama berada di Makkah.
Jadwal kepulangan Kloter 8 PLM telah ditetapkan pada 12 Juni 2026. Menjelang hari itu, Giapul mengingatkan agar jemaah menjaga stamina karena masa tunggu masih berlangsung beberapa hari.
Jumlah jemaah Kloter 8 PLM tercatat 444 orang. Komposisinya terdiri atas 249 jemaah asal Kabupaten Bangka, 151 dari Kabupaten Bangka Tengah, 37 dari Bangka Selatan, serta tujuh petugas haji.
Dari total tersebut, 130 orang merupakan lanjut usia. Karena itu, pendampingan kesehatan dan pengawasan kebugaran menjadi perhatian utama sampai seluruh rangkaian ibadah selesai dan rombongan kembali ke Bangka Belitung.
Source: www.beritasatu.com






