Messi Menangis di Ujung Laga, Argentina Selamat dari Kejutan Besar Mesir

Argentina akhirnya lolos dari ancaman besar setelah menang 3-2 atas Mesir dalam laga 16 besar Piala Dunia di Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu diraih lewat kebangkitan dramatis setelah tim asuhan Lionel Scaloni sempat tertinggal dua gol.

Hasil tersebut bukan hanya menjaga langkah Albiceleste di turnamen, tetapi juga menegaskan kembali ketahanan mental mereka saat pertandingan berada di titik paling sulit. Di sisi lain, Mesir meninggalkan lapangan dengan rasa kecewa, meski sudah tampil berani dan hampir menciptakan kejutan terbesar di fase gugur.

Mesir sempat memegang kendali

Mesir memulai laga dengan percaya diri setelah sebelumnya mencatat kemenangan bersejarah lewat adu penalti atas Australia. Keberanian itu langsung terlihat ketika Yasser Ibrahim membuka keunggulan pada menit ke-15 lewat sundulan keras menyambut umpan silang Marwan Attia.

Tekanan untuk Argentina semakin besar karena Lionel Messi gagal menuntaskan peluang dari titik putih setelah Nicolás Tagliafico dijatuhkan di kotak terlarang. Tendangan Messi mudah dibaca kiper Mesir Mostafa Shobeir, yang tampil sangat disiplin sepanjang babak pertama.

Shobeir kemudian kembali membuat Argentina frustrasi. Ia menepis peluang jarak dekat Alexis Mac Allister, menggagalkan tendangan bebas melengkung Messi yang sempat membentur tiang, dan menghalau upaya Julián Alvarez dari jarak dekat.

SituasiDetailDampak
Gol pembuka MesirYasser Ibrahim menyundul umpan Marwan AttiaMesir unggul 1-0
Penalti ArgentinaMessi gagal menaklukkan Mostafa ShobeirArgentina tetap tertinggal
Skor akhirArgentina menang 3-2Mesir tersingkir

Argentina menutup babak pertama dalam kondisi tertinggal, situasi yang terakhir kali mereka alami saat kalah 4-0 dari Jerman pada perempat final Piala Dunia 2010. Keadaan itu membuat ruang ganti tim juara dunia tersebut dipastikan berada dalam tekanan besar saat turun minum.

VAR sempat memicu ketegangan

Memasuki babak kedua, Mesir kembali sempat mencetak gol lewat serangan balik cepat yang melibatkan Mohamed Hany dan umpan matang Mohamed Salah. Namun VAR membatalkannya karena pelanggaran Attia terhadap Lisandro Martínez beberapa detik sebelum bola masuk gawang.

Keputusan itu memancing protes dari pemain Mesir, tetapi permainan tetap berlanjut dengan intensitas tinggi. Tidak lama kemudian, Hany kembali menembus sisi pertahanan Argentina dan mengirim bola kepada Mostafa Ziko untuk menaklukkan Emiliano Martínez dan mengubah skor menjadi 2-0.

Meski berada dalam posisi yang tampak genting, Argentina mulai bangkit pada fase ini. Messi mengirim umpan matang yang berujung pada gol Cristian Romero, lalu empat menit kemudian memanfaatkan bola muntah di kotak penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Gol tersebut menambah catatan Messi di Piala Dunia menjadi 21 gol sepanjang karier dan delapan gol di edisi kali ini. Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur beruntun di ajang tersebut, unggul satu gol dari Kylian Mbappé dan Erling Haaland di turnamen ini.

Gol penentu dan air mata Messi

Drama belum selesai sampai di sana. Delapan menit menjelang bubaran, Enzo Fernández menuntaskan umpan silang Lautaro Martínez lewat sundulan untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Mesir sempat memprotes proses build-up serangan, tetapi wasit asal Prancis François Letexier tetap mengesahkan gol itu. Dari titik itu, Argentina menahan sisa tekanan hingga peluit akhir memastikan kemenangan mereka.

Ketika pertandingan selesai, Lionel Messi tak kuasa menahan air mata haru. Ia langsung diangkat tinggi oleh rekan-rekannya, sebuah momen yang memperlihatkan beban besar yang selama ini ia pikul bersama tim nasional Argentina.

Lionel Scaloni juga tampak emosional setelah laga. Sebelumnya, ia sudah mengingatkan timnya untuk tetap waspada seusai perjuangan berat melawan Cape Verde pada babak sebelumnya, dan kali ini Argentina benar-benar dipaksa melewati ujian yang jauh lebih besar.

Lautaro Martínez menyebut momen Messi itu sangat menyentuh. Ia mengatakan sang kapten perlu menikmati momen tersebut karena Piala Dunia ini kemungkinan menjadi yang terakhir baginya.

Enzo Fernández menegaskan bahwa kemenangan Argentina lahir dari keyakinan tim untuk terus bertahan. “Ini permainan yang luar biasa, kami tidak pernah menyerah,” kata Fernández kepada ESPN.

Meski kalah, Mesir tetap mendapat apresiasi atas keberanian mereka. Skuat Hossam Hassan tampil agresif dan nyaris mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia, sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan dua gol.

Partai ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis dalam perjalanan Messi bersama Argentina. Selama Messi masih berada di lapangan, pertandingan tampak belum benar-benar selesai sebelum peluit akhir dibunyikan.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terkait