GoPro langsung menempatkan Mission 1 Pro sebagai sorotan utama lewat dukungan perekaman 8K Open Gate dengan rasio 4:3. Fitur ini membuat kamera aksi tersebut tampil berbeda karena menawarkan ruang gambar yang lebih luas untuk kebutuhan pengeditan ulang.
Bagi kreator konten, format Open Gate memberi fleksibilitas lebih besar saat footage harus dipakai di berbagai platform. Satu rekaman sumber bisa disesuaikan ke orientasi horizontal maupun vertikal tanpa memangkas terlalu banyak area penting di dalam frame.
Di balik fitur tersebut, GoPro juga membawa perubahan besar pada fondasi perangkatnya. Mission 1 dan Mission 1 Pro sama-sama mengusung sensor 1 inci, sekaligus menandai hadirnya prosesor GP3 sebagai chip baru di lini action camera GoPro.
Dua model, dua sasaran pengguna
Perbedaan keduanya terlihat jelas dari kemampuan videonya. Mission 1 dibatasi pada perekaman 4K sampai 120 FPS, sedangkan Mission 1 Pro melaju lebih jauh dengan 8K Open Gate 30 FPS.
Kapasitas 4K 120 FPS pada Mission 1 tetap cocok untuk rekaman gerak cepat dan kebutuhan slow motion. Mission 1 Pro, sebaliknya, lebih diarahkan untuk pengguna yang mengejar detail lebih tinggi dan ruang editing yang lebih lentur.
Pemisahan kelas ini membuat posisi masing-masing produk menjadi lebih tegas. Mission 1 hadir sebagai opsi dengan performa tinggi namun lebih terjangkau, sementara Mission 1 Pro ditempatkan untuk kebutuhan yang lebih premium.
Sensor 1 inci dan chip GP3 jadi fondasi baru
Kombinasi sensor 1 inci dan GP3 menunjukkan arah baru GoPro di segmen kamera aksi. Meski detail teknis soal performa GP3 tidak dijabarkan lebih jauh, kehadirannya tetap penting karena menjadi chip baru pertama di action camera GoPro.
Langkah ini mengisyaratkan bahwa GoPro ingin memperkuat lini premiumnya dengan menempatkan kualitas gambar sebagai fokus utama. Dukungan sensor besar juga selaras dengan kebutuhan kreator yang tidak hanya mengejar ketajaman, tetapi juga fleksibilitas saat memotong ulang materi.
Open Gate 4:3 menjadi alasan utama kenapa model Pro mendapat banyak perhatian. Format ini memberi area tangkapan lebih luas dibanding video yang sudah dipangkas lebih dulu, sehingga proses reframing bisa dilakukan dengan lebih leluasa.
Harga resmi dan paket penjualan
GoPro menetapkan harga awal Mission 1 sebesar $599 di Amerika Serikat. Di Eurozone, model ini dibanderol €599, sementara di Inggris harganya £529.
Mission 1 Pro dipasarkan lebih tinggi daripada model reguler di semua wilayah tersebut. Harga resminya adalah $699, €699, dan £599.
Selisih harga itu sejalan dengan kemampuan video yang lebih tinggi pada varian Pro. Bagi pembeli yang memang membutuhkan 8K Open Gate, tambahan biaya tersebut menjadi bagian dari paket fitur yang lebih lengkap.
Kedua kamera juga disertai langganan GoPro Premium selama 1 tahun tanpa biaya tambahan. Penawaran ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin langsung masuk ke ekosistem layanan GoPro setelah membeli perangkatnya.
Ketersediaan awal dan arah produk
Unit pre-order untuk Mission 1 dan Mission 1 Pro dijadwalkan dikirim “on or before” May 28. Informasi itu menjadi penanda awal bahwa dua kamera baru ini siap masuk ke pasar dengan posisi yang cukup jelas.
Dengan sensor 1 inci, GP3, dan dukungan Open Gate 4:3, GoPro memperlihatkan pergeseran fokus ke kebutuhan kreator yang menuntut kualitas dan keluwesan lebih besar. Mission 1 menawarkan 4K 120 FPS, sedangkan Mission 1 Pro membawa 8K Open Gate 30 FPS sebagai fitur pembeda utamanya.
Source: www.notebookcheck.net