Mojtaba Khamenei Ancang Balas Dendam, Iran Kembali Terjebak Dalam Ketegangan

Author: Redaksi Android62

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak setelah Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa kematian Ali Khamenei harus dibalas. Pesan itu disampaikan dalam upacara pemakaman pada Sabtu (11/7), dan dibacakan sebagaimana diberitakan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.

Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba menyebut balasan atas kematian ayahnya dan para syuhada lain sebagai tuntutan bangsa yang wajib dijalankan. Ia juga melontarkan janji keras kepada pihak yang disebutnya sebagai pembunuh kriminal dan tidak terhormat.

Pemakaman di Mashhad menutup masa berkabung

Ali Khamenei dimakamkan di Makam Imam Reza, Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis. Prosesi itu sekaligus menandai berakhirnya rangkaian upacara berkabung selama sepekan setelah ia tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Ribuan orang hadir membawa bendera dan poster dalam prosesi pemakaman tersebut. Kehadiran massa itu menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kematian pemimpin tertinggi Iran itu.

Kesepahaman yang rapuh, konflik yang terus berputar

Di tengah suasana duka, situasi politik dan keamanan di kawasan itu tidak juga membaik. Iran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak Februari.

Kesepahaman tersebut mencakup penghentian pertempuran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, pekan ini kedua pihak justru kembali saling serang terkait lalu lintas pelayaran komersial di selat tersebut.

Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah target di Iran, lalu Teheran membalas dengan menyasar aset-aset AS di kawasan itu. Pola serangan dan balasan ini membuat situasi di lapangan kembali berada dalam posisi rawan.

Peristiwa Lokasi Keterangan
Pemakaman Ali Khamenei Makam Imam Reza, Mashhad Menutup masa berkabung selama sepekan
Nota kesepahaman Iran-AS Melalui mediasi Pakistan Ditujukan untuk menghentikan konflik sejak Februari
Saling serang di Selat Hormuz Selat Hormuz Melibatkan lalu lintas pelayaran komersial dan balasan militer

Ancaman baru dari Washington

Di saat tensi belum turun, The Wall Street Journal melaporkan adanya intelijen Israel yang menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap Presiden AS Donald Trump. Trump kemudian menanggapi melalui Truth Social dengan ancaman akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran jika Teheran benar-benar mencoba mencelakainya.

Rangkaian pernyataan, serangan, dan balasan itu menambah lapisan baru dalam konflik yang sudah sensitif. Dengan janji balas dari Mojtaba Khamenei dan serangkaian ancaman dari kedua pihak, kawasan tersebut kembali berada di titik yang sangat rapuh.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru