Motor Listrik Honda Masih Datar, Kekhawatiran Soal Perawatan Menahan Pembeli

Penjualan motor listrik Honda pada Semester I/2026 belum menunjukkan pertumbuhan berarti. PT Astra Honda Motor menyatakan pergerakan pasar produknya masih relatif datar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Situasi ini memperlihatkan bahwa keputusan membeli motor listrik belum hanya ditentukan oleh kinerja kendaraan. Calon pembeli juga menimbang kesiapan layanan, rasa aman selama kepemilikan, hingga prospek nilai jual kembali.

Executive Vice President PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya, menyampaikan kondisi tersebut di Jakarta pada Kamis, 16 Juli 2026. “Semester 1 kalau kita lihat sih masih kurang lebih flat ya dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Thomas.

AHM menempatkan penerimaan konsumen sebagai salah satu ukuran penting dalam pengembangan motor listrik. Perusahaan tidak hanya melihat ketertarikan terhadap unit, tetapi juga keyakinan pengguna untuk mengandalkannya dalam mobilitas sehari-hari.

Jaringan Layanan Menjadi Perhatian

Perawatan kendaraan dan ketersediaan suku cadang menjadi bagian dari pertimbangan kepemilikan jangka panjang. Konsumen membutuhkan kepastian bahwa dukungan tersedia saat kendaraan memerlukan penanganan setelah pembelian.

Karena itu, AHM menyiapkan ekosistem yang melibatkan jaringan bengkel resmi AHASS, suku cadang, serta jaminan purnajual. Perusahaan juga menyebut adanya dukungan lembaga pembiayaan untuk motor listrik Honda.

Menurut Thomas, perusahaan terus memantau sejumlah aspek sebelum menilai penerimaan pasar. Aspek itu mencakup kinerja kendaraan, infrastruktur, ketenangan pemilik, dan harga jual kembali.

“Kami akan melihat bagaimana penerimaan pasar, penerimaan konsumen. Baik atas performance, infrastruktur, peace of mind-nya termasuk juga tentu apa harga jual kembali dan sebagainya,” kata Thomas.

Empat Model Sudah Disiapkan

AHM telah memiliki beberapa pilihan motor listrik untuk kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan. Portofolio tersebut menunjukkan perluasan lini produk, meski ketersediaan model belum otomatis mengubah keputusan calon pembeli.

ModelKeterangan
Honda EM1 e:Termasuk portofolio motor listrik AHM
Honda EM1 e:+Termasuk portofolio motor listrik AHM
Honda ICON e:Termasuk portofolio motor listrik AHM
Honda CUV e:Termasuk portofolio motor listrik AHM

Kehadiran Honda EM1 e:, EM1 e:+, ICON e:, dan CUV e: memberi calon pengguna lebih banyak pilihan dalam segmen kendaraan ramah lingkungan. Namun, pembeli masih mempertimbangkan manfaat serta risiko pemakaian sebelum memilih kendaraan listrik.

Pilihan Pengisian Energi

AHM menyiapkan dua pendekatan pengisian energi untuk menjawab pola mobilitas pengguna yang berbeda. Pendekatan itu berupa teknologi tukar baterai dan pengisian daya langsung.

“Bahkan kita juga ada yang teknologi swap (tukar baterai) ataupun teknologi direct charging,” ujar Thomas. Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun dukungan penggunaan motor listrik dari hulu hingga hilir.

Pada paruh kedua tahun ini, AHM ingin motor listrik dipertimbangkan sebagai salah satu opsi transportasi. Penguatan bengkel, purnajual, pembiayaan, serta pilihan pengisian energi diharapkan dapat menekan keraguan konsumen.

Pergerakan penjualan berikutnya akan sangat bergantung pada penerimaan terhadap ekosistem tersebut. Bagi Honda, tantangan pasar bukan sekadar menjual unit, melainkan membangun keyakinan untuk menggunakan motor listrik dalam jangka panjang.

Source: otomotif.kompas.com
Berita Terkait