Kemenangan atas Oman tidak membuat Timnas Indonesia puas. Joey Pelupessy menegaskan skuad Garuda masih ingin menutup agenda FIFA Match Day bulan ini dengan hasil sempurna saat menghadapi Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Tekad itu disampaikan Pelupessy dengan nada yang tegas dalam konferensi pers jelang laga. Ia menilai kemenangan atas Mozambik akan menjadi cara terbaik untuk menjaga suasana positif sekaligus memberi kebahagiaan kepada para pendukung sepak bola Indonesia.
Fokus tertuju pada penutup yang manis
Pelupessy menyebut target utama tim adalah menyelesaikan pertandingan dengan baik. Baginya, hasil penuh di GBK bukan hanya soal poin, tetapi juga soal menjaga momentum yang sudah dibangun tim.
Ia juga menegaskan bahwa tim ingin membawa pulang rasa puas untuk publik yang sudah memberi dukungan. Dalam pandangannya, kemenangan akan menjadi penutup yang tepat bagi rangkaian pertandingan bulan ini.
Modal percaya diri setelah menekuk Oman
Rasa optimistis skuad asuhan John Herdman meningkat setelah menang 3-0 atas Oman. Hasil itu terasa penting karena Indonesia mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun untuk kembali mengalahkan tim asal Timur Tengah tersebut.
Dari situ, muncul keyakinan bahwa permainan tim mulai menunjukkan kestabilan yang lebih baik. Namun, Pelupessy mengingatkan agar euforia tidak membuat pemain lengah saat menghadapi lawan berikutnya.
Mozambik tetap dipandang sebagai lawan berat
Meski Indonesia sedang berada dalam tren positif, Pelupessy tidak melihat Mozambik sebagai lawan yang mudah. Ia menilai tim Afrika tersebut memiliki sistem permainan yang berbeda dan menuntut kesiapan penuh dari para pemain Garuda.
Menurutnya, setiap pertandingan membawa karakter tersendiri. Karena itu, tim harus siap menghadapi berbagai situasi yang mungkin muncul di lapangan dan tidak hanya bergantung pada kepercayaan diri dari hasil sebelumnya.
Sikap waspada ini menunjukkan bahwa Indonesia ingin tetap disiplin dalam menjalankan rencana permainan. Konsentrasi dan ketenangan pun dianggap penting jika laga berjalan ketat.
Warna baru dari pemain muda
Pelupessy juga menyoroti hadirnya pemain muda yang mulai memberi energi tambahan di dalam tim. Matthew Baker menjadi salah satu nama yang menarik perhatian setelah menjalani debut saat melawan Oman.
Selain Baker, Doni Tri Pamungkas dan Mauro Zjilstra disebut telah beradaptasi dengan baik terhadap sistem latihan dan permainan yang diterapkan John Herdman. Kehadiran mereka dinilai memberi dinamika positif, baik di dalam ruang ganti maupun saat tim berada di lapangan.
Bagi Pelupessy, keberadaan pemain dengan latar pengalaman berbeda dan pemain muda di dalam satu grup merupakan perkembangan yang baik. Kombinasi itu dinilai bisa membantu tim menjaga konsistensi saat menghadapi tantangan berikutnya di GBK.
Source: mediaindonesia.com