MPLS Jatim Dimulai, 618 Ribu Siswa Baru Masuk Sekolah Tanpa Toleransi Perpeloncoan

Author: Redaksi Android62

Sebanyak 618.479 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS mulai Senin, 13 Juli 2026. Pelaksanaannya ditegaskan harus berlangsung aman, ramah, dan bebas dari perpeloncoan maupun kekerasan.

Dinas Pendidikan Jawa Timur menempatkan pengawasan guru sebagai kunci utama agar masa pengenalan sekolah tidak bergeser menjadi ajang tekanan bagi peserta didik baru. Sekolah juga diminta menyiapkan saluran pengaduan yang aman jika terjadi pelanggaran selama kegiatan berlangsung.

Aturan yang Wajib Dipatuhi Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus mengikuti Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Regulasi itu menekankan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan dan kekerasan.

Dalam ketentuan tersebut, MPLS dibatasi maksimal lima hari pada pekan pertama tahun ajaran baru. Sekolah juga dilarang memungut biaya dari peserta didik baru dan tidak boleh mewajibkan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.

Komponen Ketentuan Keterangan
Durasi MPLS Maksimal 5 hari Digelar pada pekan pertama tahun ajaran baru
Materi Pengenalan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, fasilitas sekolah Termasuk etika bermedia sosial
Penguatan karakter Budaya 5S, Program Pagi Ceria, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Fokus pada pembiasaan positif

Seluruh rangkaian kegiatan menjadi tanggung jawab guru. Pengurus OSIS maupun kakak kelas hanya diperbolehkan mendampingi, bukan mengambil alih kendali kegiatan.

Perlindungan Siswa Jadi Sorotan Utama

Untuk mencegah perundungan, Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta sekolah memperketat pengawasan guru selama MPLS. Setiap bentuk pelanggaran aturan juga diminta langsung diberi sanksi tegas agar tidak berkembang menjadi kebiasaan buruk di lingkungan pendidikan.

Selain itu, OSIS didorong menyusun kegiatan yang edukatif dan kolaboratif agar siswa baru lebih cepat beradaptasi. Mereka juga diminta menyisipkan materi anti-bullying dan menjadi teladan selama masa pengenalan sekolah.

Langkah-langkah tersebut diarahkan agar MPLS tidak hanya menjadi agenda administratif di awal tahun ajaran. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk yang sehat bagi siswa baru untuk mengenal sekolah tanpa rasa takut maupun tekanan.

Pembukaan Dipusatkan di Malang

Pembukaan MPLS tingkat Jawa Timur akan dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Pada kegiatan itu akan digelar Deklarasi Anti Rokok dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah serta Gema Integritas Sekolah.

Sementara itu, sekolah-sekolah lain di seluruh Jawa Timur akan mengikuti pembukaan secara daring. KilasJatim.com melaporkan bahwa pola ini dipilih agar pesan penguatan karakter dan perlindungan siswa dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan sekaligus.

Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan ribu, pelaksanaan MPLS tahun ini menjadi ujian bagi sekolah untuk benar-benar menerapkan aturan tanpa kompromi. Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap masa pengenalan tersebut menghasilkan pengalaman awal yang aman, manusiawi, dan mendukung adaptasi siswa baru.

Source: kilasjatim.com
Berita Terbaru