Penyidik masih menggeledah sebuah ruko di Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, yang diduga menyimpan petunjuk penting dalam rangkaian perkara korupsi pengadaan batu bara, pengelolaan dana Asabri, dan Krakatau Steel.
Lokasi itu menjadi titik ke-13 yang disisir tim gabungan Kortas Tipikor Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam pengembangan penyidikan. Pemeriksaan difokuskan pada dokumen, perangkat komputer, dan barang elektronik lain yang diduga memuat data relevan untuk pembuktian perkara.
Proses penggeledahan berlangsung dengan pengamanan ketat
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan proses penggeledahan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun, petugas sempat harus membuka paksa pintu ruko yang terkunci dengan mesin gerinda agar dapat masuk ke dalam lokasi.
“Selama proses penggeledahan, tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja, karena pintu ruko dalam keadaan tergembok, petugas harus membukanya dengan menggunakan mesin gerinda,” kata Budi Hermanto.
Setelah berhasil masuk, penyidik memeriksa isi ruangan satu per satu dengan hati-hati. Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap dokumen dan perangkat elektronik yang ditemukan benar-benar memiliki nilai pembuktian dalam penyidikan.
| Informasi | Rincian | Keterangan |
|---|---|---|
| Lokasi | Ruko di Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan | Digeledah tim gabungan |
| Status lokasi | Lokasi ke-13 | Bagian dari rangkaian perkara yang sama |
| Objek pemeriksaan | Dokumen, perangkat komputer, dan barang elektronik | Dicari alat bukti dan data penting |
| Hambatan teknis | Pintu ruko tergembok | Dibuka dengan mesin gerinda |
Bagian dari pengembangan perkara yang lebih luas
Penggeledahan di Cipete tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pengembangan perkara yang sedang diusut Kortas Tipikor Polri. Tim juga menyisir seluruh area di dalam ruko untuk memastikan tidak ada barang bukti lain yang terlewat.
Hingga saat ini, kepolisian belum merinci jenis dokumen maupun data elektronik yang diamankan karena seluruh temuan masih dalam tahap verifikasi dan analisis. Pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan pengadaan batu bara, pengelolaan dana Asabri, dan Krakatau Steel.
www.beritasatu.com melaporkan bahwa proses penggeledahan masih berlangsung dan perkembangan lanjutan akan disampaikan setelah seluruh pemeriksaan selesai. Polisi menegaskan penyidikan masih berjalan untuk menelusuri kaitan temuan di lokasi tersebut dengan rangkaian perkara yang sedang ditangani.
