Mutu Susu Dijaga Sejak Kandang, Kolaborasi Peternak dan Industri Menentukan Hasil Akhir

Kualitas susu yang sampai ke meja keluarga ternyata ditentukan jauh sebelum produk itu diproses di pabrik. Dari kandang, perawatan ternak, hingga pengolahan modern, setiap tahap ikut menjaga agar nutrisi susu tetap utuh, aman, dan higienis saat dikonsumsi masyarakat.

Hal itu menjadi sorotan dalam peringatan World Milk Day 2026 yang menempatkan sektor hulu sebagai titik penting dalam rantai produksi susu. Pandangan ini menegaskan bahwa segelas susu bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah dari kerja panjang yang menuntut ketelitian dan konsistensi.

Di tingkat peternak, proses tersebut membutuhkan pembelajaran yang terus berjalan. Rumini, peternak sapi perah perempuan yang tergabung dalam Young Progressive Farmers Academy atau YPFA, menyebut produksi susu berkualitas tidak bisa dicapai secara instan karena perlu proses belajar yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa para peternak terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas susu segar melalui praktik yang lebih modern dan berkelanjutan. Pendampingan juga dinilai penting agar peternak bisa berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi industri susu nasional.

“Didampingi Frisian Flag Indonesia, kami terus membangun diri menjadi peternak sapi perah yang lebih baik,” kata Rumini. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan peternakan yang berkelanjutan menjadi bagian dari upaya mendukung masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat.

Peran rantai produksi dari hulu ke hilir

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, menegaskan bahwa kualitas susu yang dinikmati masyarakat tidak berdiri sendiri. Menurutnya, ada rantai produksi panjang yang dimulai dari peternakan lalu berlanjut ke proses pengolahan di pabrik.

Prof. Epi menjelaskan bahwa teknologi seperti UHT membantu menjaga kualitas makro dan mikro nutrien dalam susu. Proses ini juga membuat produk lebih aman serta lebih mudah diakses masyarakat di berbagai daerah.

Ia menilai penguatan produksi susu segar nasional perlu ditopang ekosistem yang terintegrasi. Kolaborasi antara peternak, industri, akademisi, dan pemerintah disebut menjadi kunci agar mutu susu tetap terjaga sampai ke tangan konsumen.

Pendampingan untuk memperkuat peternak

Dukungan bagi peternak menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas susu sejak awal. Pendampingan memberi ruang belajar agar peternak dapat menerapkan praktik yang lebih baik dan lebih konsisten di lapangan.

Frisian Flag Indonesia ikut mendorong penguatan ekosistem itu melalui peringatan World Milk Day. Marketing Director FFI, Intan Ayu Kartika, mengatakan bahwa upaya membangun generasi yang lebih sehat harus dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

“World Milk Day selalu menjadi momentum penting bagi kami untuk kembali mengajak keluarga Indonesia membangun generasi yang lebih sehat, penuh semangat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari, termasuk minum susu,” ujar Intan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa kebiasaan konsumsi susu tidak bisa dilepaskan dari dukungan produksi yang kuat di sisi hulu.

Di balik segelas susu, ada kerja peternak yang menjaga mutu sejak awal proses. Dari pengelolaan ternak hingga pengolahan modern, setiap tahap saling menentukan agar susu yang diterima konsumen tetap bernutrisi dan aman dikonsumsi.

Source: www.suara.com

Berita Terkait