Pergantian besar di tubuh Badan Gizi Nasional langsung mengubah peta kendali program Makan Bergizi Gratis. Presiden Prabowo Subianto mengganti seluruh pucuk pimpinan lembaga itu dan menempatkan tiga nama baru untuk memegang posisi strategis.
Langkah tersebut membuat arah pengelolaan BGN masuk ke fase evaluasi baru. Pemerintah kini mempercayakan kursi Kepala BGN kepada Nanik Sudaryati Deyang, dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai dua wakil kepala.
Susunan baru ini sekaligus menutup peran Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin BGN. Dua wakil kepala sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga ikut digeser dalam perombakan total tersebut.
Perubahan di level teratas ini mendapat sorotan karena BGN menjadi lembaga penting dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis. Karena itu, pergantian pimpinan dipandang bisa memengaruhi seberapa cepat perbaikan dilakukan di lapangan.
Nanik Sudaryati Deyang pegang kursi utama
Nanik Sudaryati Deyang bukan sosok baru di lingkungan BGN. Sebelum dipercaya memimpin lembaga tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Sebelum masuk ke birokrasi, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, itu kemudian berkarier di pemerintahan dan pernah menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin.
Pengalaman tersebut membuat Nanik dinilai memiliki bekal dalam mengelola komunikasi publik sekaligus memahami kebijakan sosial. Di posisi barunya, ia dituntut memperbaiki tata kelola BGN agar program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif.
Pengawasan keuangan diperkuat lewat Agustina
Nama Agustina Arumsari turut menarik perhatian karena latar belakangnya kuat di bidang pengawasan keuangan negara. Sebelum masuk ke BGN, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.
Agustina dikenal sebagai birokrat senior dengan spesialisasi audit, investigasi, dan pengawasan keuangan negara. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan telah lama berkarier di BPKP.
Dalam perjalanan kariernya, Agustina pernah menempati sejumlah jabatan penting. Di antaranya Direktur Investigasi BUMN dan BUMD, Direktur Investigasi III, serta Deputi Bidang Investigasi BPKP.
Kehadirannya di BGN dinilai penting untuk memperkuat akuntabilitas. Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pengelolaan yang ketat dan transparan karena skalanya besar dan menjadi prioritas nasional.
Mayjen TNI Trenggono bawa pengalaman lapangan
Posisi wakil kepala lainnya diisi Mayjen TNI Trenggono. Penunjukan perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini menambah warna baru dalam jajaran pimpinan BGN.
Sebelum masuk ke BGN, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Ia juga memiliki rekam jejak panjang di lingkungan militer, termasuk pernah menjadi Direktur Umum Akademi Militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Trenggono disebut aktif terlibat dalam berbagai program ketahanan pangan nasional. Pengalaman itu dianggap relevan dengan tugas BGN yang berkaitan dengan distribusi makanan bergizi dan dukungan rantai pasok pangan.
Masuknya Trenggono menunjukkan bahwa pemerintah memberi perhatian besar pada koordinasi lapangan. Di saat yang sama, penguatan sektor pangan juga menjadi bagian penting untuk menopang pelaksanaan program makan bergizi.
Arah baru setelah perombakan total
Perpaduan Nanik Sudaryati Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono memperlihatkan pendekatan pimpinan yang berbeda di tubuh BGN. Formasi ini menggabungkan pengalaman komunikasi publik, pengawasan keuangan negara, dan ketahanan pangan.
Kombinasi tersebut juga dibaca sebagai sinyal evaluasi serius atas pelaksanaan Makan Bergizi Gratis. Perhatian kini tertuju pada kemampuan pimpinan baru BGN untuk meningkatkan efektivitas kerja dan menjaga program tetap sesuai target pemerintah.
Source: www.suara.com






