Netanyahu Ambil Jarak Dari Aksi Ben-Gvir, Perlakuan Pada Aktivis Flotila Dinilai Memalukan

Author: Redaksi Android62

Ketegangan di Ashdod memicu sorotan luas setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir berdiri di depan para aktivis Global Sumud Flotilla yang baru diturunkan dari kapal bantuan. Di hadapan mereka, ia melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan, “Selamat datang di Israel, kamilah penguasanya,” sambil menampilkan para relawan asing dalam keadaan berlutut, mata tertutup, dan tangan terikat ke belakang.

Rekaman itu cepat menyebar dan memancing kecaman dari berbagai arah. Banyak pihak menilai adegan tersebut bukan lagi sekadar penegakan hukum, melainkan tindakan yang sengaja mempermalukan tahanan di depan kamera.

Kritik atas cara memperlakukan aktivis

Sorotan utama tertuju pada gestur Ben-Gvir yang berdiri di atas para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel. Tindakan itu dipandang sebagai upaya menunjukkan superioritas dan menekan para relawan yang sebelumnya berusaha menembus blokade laut Gaza.

Dalam rekaman lain, Ben-Gvir juga mengejek para aktivis yang datang dengan rasa bangga, lalu menyindir mereka dengan kalimat yang merendahkan situasi mereka. Ucapan dan sikap itu membuat insiden penahanan bergeser menjadi perdebatan tentang penghinaan terbuka terhadap para relawan kemanusiaan.

Sejumlah pengamat menilai gaya berbicara dan bahasa tubuh yang ditunjukkan Ben-Gvir sengaja dibuat untuk mempermalukan orang-orang yang ditahan. Kritik semacam ini membuat kasus tersebut dipandang bukan hanya sebagai urusan keamanan, tetapi juga sebagai persoalan etika perlakuan terhadap tahanan.

Pemerintah Israel ikut menerima tekanan

Insiden itu juga memicu ketegangan di lingkaran pemerintahan Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Gideon Saar secara terbuka menolak kesan bahwa Ben-Gvir mewakili wajah Israel, dan menyebut aksinya sebagai “pertunjukan yang memalukan.”

Saar menilai tindakan verbal Ben-Gvir justru merusak kerja banyak pihak, termasuk tentara IDF dan staf Kementerian Luar Negeri. Kritik dari dalam kabinet ini menambah tekanan politik di tengah operasi penahanan para aktivis flotila.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pun mengambil jarak dari gaya perlakuan Ben-Gvir. Meski tetap membela legalitas operasi pencegatan terhadap 50 kapal flotila dengan alasan mencegah masuknya pendukung Hamas, ia menyebut cara Ben-Gvir memperlakukan para aktivis sama sekali tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel.

Sorotan kelompok hak asasi manusia

Kecaman juga datang dari organisasi hak asasi manusia yang menilai insiden tersebut mencerminkan gaya komunikasi politik Kahanis. Paham sayap kanan radikal itu kerap dikaitkan dengan penghinaan verbal terhadap lawan politik maupun pihak yang dianggap berseberangan.

Mickey Gitzin dari New Israel Fund menyebut gambar-gambar yang beredar sebagai sesuatu yang menjijikkan. Ia juga menilai adanya kegagalan moral yang serius ketika pemerintah memberi ruang besar kepada seorang penganut paham Kahanis.

Bagi kelompok HAM, insiden itu bukan hanya soal citra, tetapi juga ujian terhadap standar moral dalam penanganan tahanan. Karena itu, reaksi keras yang muncul tidak berhenti pada kecaman verbal, melainkan juga menyentuh isu kepatutan dalam tindakan negara.

Gelombang kecaman dari luar Israel

Di luar negeri, peristiwa ini ikut menimbulkan reaksi diplomatik dari Kanada, Spanyol, Prancis, Belanda, dan Italia. Para diplomat memandang ucapan “kamilah penguasanya” di depan relawan asing telah mengubah penegakan hukum maritim menjadi tindakan perundungan negara.

Sorotan internasional juga menguat karena di antara para relawan yang ditahan terdapat saudara perempuan Anggota Parlemen Irlandia Catherine Connolly. Hal itu membuat kasus ini makin luas dibicarakan sebagai persoalan yang melampaui penahanan biasa.

Kini, insiden di Ashdod dikaitkan sekaligus dengan kekerasan verbal, perlakuan terhadap tahanan, dan tudingan pelanggaran hukum humaniter internasional. Gelombang kecaman yang terus menguat menunjukkan bahwa ucapan Ben-Gvir telah membawa dampak politik dan diplomatik yang jauh lebih besar dari sekadar momen di depan kamera.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru