NHTSA Mau Mobil Otonom Tak Lagi Wajib Punya Pedal Rem, Ini Alasannya

Author: Redaksi Android62

Badan keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat, NHTSA, mengusulkan agar mobil yang sepenuhnya dikendalikan sistem otomatis tidak lagi diwajibkan memiliki pedal rem manual. Usulan ini menjadi salah satu perubahan paling penting dalam upaya mempercepat penerapan kendaraan otonom di jalan raya Amerika Serikat.

Meski begitu, penghapusan pedal rem bukan berarti kendaraan dibiarkan tanpa kemampuan berhenti. NHTSA menegaskan bahwa mobil yang terdampak tetap harus memenuhi standar pengereman yang ketat, termasuk jarak pengereman yang sama, melalui pengujian alternatif yang disesuaikan dengan karakter kendaraan tanpa pengemudi manusia.

Fokus utamanya tetap keselamatan

Aturan baru yang diusulkan hanya berlaku untuk kendaraan yang memang tidak memerlukan kendali pengemudi manusia. Dalam skema ini, yang dihapus hanyalah kewajiban memasang kontrol rem manual, baik yang dioperasikan dengan tangan maupun kaki.

NHTSA berpendapat pedal rem justru dapat menimbulkan risiko pada kendaraan yang dirancang tanpa peran pengemudi. Penumpang bisa saja menyalahgunakannya, sengaja maupun tidak, karena mereka bukan pengemudi dalam model kendaraan seperti itu.

Lembaga tersebut juga menilai penumpang seharusnya tidak menjalankan fungsi berkendara, termasuk mengaktifkan rem parkir. Namun, NHTSA tetap berharap produsen menyediakan cara agar penumpang bisa memerintahkan kendaraan berhenti, meski metode teknisnya diserahkan kepada masing-masing pabrikan.

Aspek Ketentuan dalam usulan
Pedal rem manual Tidak lagi wajib pada kendaraan yang sepenuhnya otomatis
Kemampuan berhenti Tetap wajib ada dan harus lulus uji alternatif
Jarak pengereman Harus sama dengan standar yang berlaku
Kendali penumpang Tidak dirancang untuk mengambil alih fungsi mengemudi

Bagian dari kerangka kendaraan otonom

Usulan soal pedal rem ini merupakan pembaruan kelima terhadap Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal, atau FMVSS, dalam Kerangka Kendaraan Otonom yang digagas Menteri Perhubungan Amerika Serikat Sean Duffy. NHTSA sebelumnya juga mengusulkan pembaruan untuk perpindahan transmisi, sistem wiper dan defroster kaca depan, serta plakat ban.

Dalam pernyataannya, Administrator NHTSA Jonathan Morrison mengatakan Amerika berada di ambang revolusi teknologi kendaraan terbesar sejak inovasi Model T. Ia menilai kerangka regulasi perlu dipikirkan ulang jika Amerika ingin memimpin di bidang ini.

NHTSA juga menyebut bahwa setelah seluruh pembaruan rampung, pengecualian per kendaraan mungkin tidak lagi diperlukan. Selama ini, mobil otonom tanpa kendali manusia harus mengajukan petisi pengecualian dengan batas hingga 2.500 kendaraan per produsen per tahun.

Proses tersebut selama bertahun-tahun dinilai lamban karena banyak petisi ditinjau tanpa keputusan. Tahun lalu, NHTSA menyatakan akan menyederhanakan proses itu, dan pada Maret badan ini meminta masukan publik terkait rencana unit otonom milik Amazon, Zoox, untuk menggelar hingga 2.500 robotaxi yang dibuat khusus tanpa setir.

GM juga pernah mengajukan petisi serupa pada 2018 untuk 2.500 mobil tanpa setir atau pedal rem, lalu menariknya pada 2020, sebelum kembali mengajukan pada 2022 dan menariknya lagi pada Oktober 2024.

Pengawasan keselamatan tetap dipertahankan

Di saat yang sama, NHTSA menyatakan tengah menyusun secara terpisah persyaratan kinerja keselamatan untuk mobil otonom dalam skenario berkendara di dunia nyata. Badan ini juga menegaskan tetap memegang wewenang penegakan terkait cacat produk untuk menyelidiki perilaku sistem mengemudi otomatis yang tidak aman dan mengawasi penarikan kembali atau recall.

Pada Kamis, NHTSA juga menarik usulan era pemerintahan Biden yang sebelumnya hendak mengadopsi kerangka nasional sukarela untuk evaluasi dan pengawasan mobil otonom. Produsen mobil sempat menilai persyaratan itu terlalu ketat, sementara sebagian pegiat keselamatan menilai kerangka tersebut belum memberi pengawasan yang cukup kuat.

Karena masih berupa proposal, aturan baru ini belum berlaku dan masih harus melewati proses lanjutan sebelum difinalkan. NHTSA membuka masa masukan publik hingga 27 Juli 2026, dengan alasan pendekatan baru ini ditujukan untuk mengurangi hambatan desain yang tidak perlu sekaligus tetap memperkuat persyaratan keselamatan dasar.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru