NOMI Palsu Dianggap Berbahaya Saat Tabrakan, Nio Ambil Langkah Hukum

Author: Redaksi Android62

Nio memperingatkan bahwa perangkat NOMI palsu bisa berubah menjadi bahaya serius ketika mobil mengalami tabrakan atau pengereman mendadak. Aksesori tiruan yang tidak lolos pengujian setara standar otomotif itu disebut dapat terlepas, pecah, lalu menjadi benda keras di dalam kabin.

Dalam pernyataannya, produsen mobil listrik asal China tersebut menilai risiko ini bukan hanya soal peniruan produk, tetapi juga menyangkut keselamatan penumpang dan pengemudi. Nio menegaskan bahwa perangkat yang tidak terverifikasi rentan menghadapi panas tinggi, gangguan elektromagnetik, hingga guncangan kendaraan.

Bahaya yang paling dikhawatirkan

Nio menjelaskan bahwa perangkat tiruan yang beredar luas di kanal daring dibuat sangat mirip dengan produk asli. Namun, di balik kemiripan itu, perangkat tersebut tidak menjalani pengujian keselamatan yang semestinya untuk penggunaan di kendaraan.

Masalah menjadi lebih serius saat terjadi tabrakan. Karena dorongan inersia, aksesori palsu itu bisa terlepas dari dudukannya, pecah, lalu menyebarkan serpihan ke seluruh kabin.

Menurut Nio, serpihan tersebut dapat melukai penumpang dan mengubah aksesori kecil menjadi ancaman fisik di dalam mobil. Perusahaan juga menyebut pemasangan yang tidak tepat dapat mengganggu pengembangan airbag, sehingga perlindungan keselamatan kendaraan ikut terdampak.

Selain perangkat keras, ada penyalinan perangkat lunak

Nio juga menuding sebagian pedagang menyalin desain perangkat lunak inti NOMI. Penyalinan itu mencakup ekspresi visual, logika interaksi, dan tata letak antarmuka untuk dipasang pada kabin merek kendaraan lain.

Perusahaan menilai peniruan semacam itu tidak ditopang arsitektur keselamatan yang memadai. Dalam kondisi berkendara nyata, hal ini dapat membuat respons sistem keliru atau terlambat dan menambah beban kognitif pengemudi.

Nio turut menyoroti kampanye disinformasi di internet yang dinilai merusak citra NOMI. Perusahaan menyebut ada akun media sosial dan akun daring yang sengaja membuat perbandingan palsu serta skenario interaktif palsu untuk menyesatkan konsumen.

Langkah hukum yang sudah ditempuh

Untuk merespons masalah itu, Nio mengatakan telah menyelesaikan notarisasi dan pengamanan bukti. Perusahaan juga telah mengajukan gugatan perdata dan pengaduan administratif terhadap sejumlah entitas di Zhejiang, Guangzhou, dan Shanghai.

Nio menyatakan akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan serta pengguna melalui jalur hukum. Perusahaan juga berjanji memberikan pembaruan perkembangan perlindungan haknya pada waktu yang tepat.

Posisi NOMI dalam strategi Nio

Di tengah sengketa tersebut, Nio menegaskan bahwa NOMI adalah aset inti dan salah satu pencapaian orisinalnya di sektor smart cabin. Nama NOMI berasal dari frasa bahasa Inggris “Know Me” dan pertama kali diluncurkan bersama kendaraan produksi massal pada 2017.

NOMI asli disebut telah melewati berbagai sertifikasi keselamatan, termasuk C-NCAP dan E-NCAP, bersama seluruh kendaraan. Nio menekankan bahwa pengujian itu membuktikan stabilitas operasional NOMI dalam kondisi ekstrem.

Seiring berkembangnya kemampuan AI, NOMI juga mendapatkan peningkatan melalui NOMI GPT. Fitur itu diluncurkan pada 12 April 2024, mengintegrasikan model bahasa besar, dan dipasang pada model generasi baru dengan sistem Banyan.

Di saat yang sama, Nio tetap mencatat pencapaian bisnis lain. Perusahaan menyebut all-new ES8 akan mencapai pengiriman ke-120.000 pada bulan ini, sementara ES9 akan mencapai pengiriman ke-10.000 pada bulan yang sama.

Source: cnevpost.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru