OpenAI Kini Bisa Masuk Semua Cloud, Microsoft Tak Lagi Pegang Kendali Penuh

Author: Redaksi Android62

OpenAI kini tidak lagi sepenuhnya terkunci dalam ekosistem Microsoft. Perubahan syarat kemitraan membuat perusahaan AI itu bisa menawarkan produk dan layanannya ke penyedia cloud lain, sementara Microsoft tetap mempertahankan peran sebagai mitra cloud utama.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam hubungan dua perusahaan yang selama ini sangat erat. Sam Altman juga menyampaikan melalui unggahan di X bahwa kemitraan tersebut telah diperbarui dan membuka jalan agar layanan OpenAI tersedia “across all clouds”.

Kemitraan yang lebih longgar

Dalam skema baru, Microsoft masih memegang posisi penting sebagai partner cloud OpenAI. Namun, OpenAI kini punya ruang lebih besar untuk bekerja sama dengan penyedia lain, termasuk untuk menjangkau pelanggan di luar lingkungan Microsoft.

OpenAI juga memberi Microsoft hak penolakan pertama atau first right of refusal untuk produk AI miliknya. Artinya, jika Microsoft tidak mendukung kemampuan yang dibutuhkan, OpenAI dapat membawa layanan itu ke cloud lain.

Model ini berbeda dari pengaturan sebelumnya yang memberi Microsoft hak eksklusif atas kemampuan OpenAI. Hubungan keduanya tetap terjaga, tetapi susunannya kini jauh lebih terbuka daripada sebelumnya.

Dorongan untuk memperluas pasar

Bagi OpenAI, perubahan ini punya nilai strategis yang besar. Perusahaan membutuhkan kapasitas komputasi yang lebih luas sekaligus akses yang lebih lebar ke pasar enterprise.

Fleksibilitas memilih lebih banyak mitra cloud juga dapat memperkuat posisi OpenAI dalam persaingan dengan Anthropic. Reuters melaporkan bahwa OpenAI memang menginginkan keleluasaan untuk membuat kesepakatan cloud dengan pesaing Microsoft.

Dalam memo internal yang dikutip CNBC, OpenAI disebut mengakui bahwa kemitraan dengan Microsoft sangat penting sejak awal. Namun, memo itu juga menyebut hubungan tersebut membatasi jangkauan perusahaan di pasar enterprise.

Memo yang sama menjelaskan bahwa permintaan meningkat tajam sejak OpenAI hadir di cloud milik Amazon. Informasi itu memperlihatkan bahwa strategi multi-cloud dianggap bernilai besar bagi pertumbuhan bisnis OpenAI.

Amazon langsung merespons

Peluang baru ini segera ditangkap Amazon. Dalam unggahan di LinkedIn, CEO Amazon Andy Jassy mengatakan model OpenAI akan tersedia langsung bagi pengembang di Amazon Web Services dalam beberapa pekan ke depan.

Andy Jassy juga menyebut bahwa detail tambahan akan disampaikan dalam sebuah acara di San Francisco. Respons cepat dari Amazon menunjukkan bahwa perubahan hubungan OpenAI dan Microsoft tidak berhenti pada level kesepakatan, tetapi langsung bergerak ke arah komersial.

Pembagian pendapatan ikut berubah

Selain soal akses cloud, skema pendapatan antara OpenAI dan Microsoft juga ikut dirombak. Sebelumnya, pengaturan ini dikaitkan dengan artificial general intelligence atau AGI, yaitu tahap ketika sistem AI menyamai atau melampaui kemampuan manusia dalam berbagai tugas.

Dalam susunan baru, OpenAI tetap berbagi pendapatan dengan Microsoft hingga 2030. Persentasenya tetap 20% dari pendapatan OpenAI, tetapi kini ada batas total pembayaran yang harus ditanggung OpenAI.

Microsoft juga tidak lagi membayar bagian pendapatannya kepada OpenAI untuk penawaran model OpenAI di Azure. Perubahan ini membuat hubungan bisnis keduanya tampak lebih jelas dan lebih terukur.

Lisensi yang tidak lagi mutlak

Sebelumnya, Microsoft memegang lisensi eksklusif atas kekayaan intelektual OpenAI untuk model dan produk hingga 2032. Ketentuan itu muncul dalam revisi perjanjian kemitraan pada Oktober tahun lalu.

Kini, OpenAI menyatakan mitra lain juga dapat ikut serta dan Microsoft tidak lagi menjadi pemegang lisensi eksklusif. Pergeseran ini menunjukkan bahwa OpenAI ingin memperluas akses pasar tanpa memutus hubungan strategis dengan Microsoft.

Latar yang ikut membentuk situasi

Perubahan kemitraan ini juga terjadi di tengah tekanan lain yang melingkupi OpenAI. Sam Altman menghadapi gugatan perdata dari Elon Musk, yang menuduh para eksekutif OpenAI memperoleh manfaat finansial dari perubahan struktur perusahaan.

Perkara itu sudah masuk tahap persidangan, dan pengadilan diperkirakan akan menelaah struktur OpenAI, pendanaan, serta berbagai kemitraannya, termasuk hubungan dengan Microsoft. Pada saat yang sama, Microsoft juga disebut berupaya mengurangi ketergantungannya pada OpenAI.

Upaya itu terlihat dari pengembangan model AI sendiri dan mulai hadirnya model buatan Anthropic di sejumlah produk, termasuk 365 Copilot untuk enterprise. Dengan kondisi seperti ini, hubungan OpenAI dan Microsoft masih saling terkait, tetapi tidak lagi dibangun di atas eksklusivitas yang sama seperti sebelumnya.

Source: www.indiatoday.in
Berita Terbaru