Organisasi perempuan di Jawa Tengah didorong untuk tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan ruang yang menumbuhkan kreativitas, keterampilan, dan keberanian untuk tampil. Ketua BKOW Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menilai perempuan akan lebih produktif bila memiliki wadah yang tepat untuk mengembangkan potensi dirinya.
Pandangan itu mengemuka saat Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro di Gedung Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang. Kegiatan bertema “Kartini Masa Kini: Berkarya, Berdaya, dan Menguatkan Silaturahmi” tersebut menjadi contoh ruang kebersamaan yang memberi kesempatan bagi anggota untuk menunjukkan kemampuan dan berkarya.
Ruang yang mendorong anggota tetap produktif
Nawal mengapresiasi DWP Undip yang dinilai mampu menghadirkan banyak kegiatan positif bagi para istri dosen di lingkungan kampus. Ia menyebut organisasi itu memiliki 14 cabang kegiatan yang bisa menjadi tempat tumbuhnya minat, bakat, dan kebiasaan produktif para anggota.
“DWP Undip ini sangat luar biasa, memiliki 14 cabang kegiatan. Dan kita lihat hari ini ibu-ibu begitu produktif,” ujarnya seusai acara. Dari aktivitas semacam itu, perempuan bukan hanya memperluas jejaring sosial, tetapi juga mendapat ruang untuk menyalurkan hobi dan bakat secara lebih terarah.
Puluhan anggota DWP Undip ikut memperlihatkan beragam penampilan seni dalam acara tersebut. Mereka membawakan musik tradisional, hadroh, paduan suara, menyanyi, dan tari, yang menunjukkan bahwa perempuan dapat terus berkarya dalam banyak bidang sekaligus.
Kreativitas juga menjaga budaya tetap hidup
Bagi Nawal, pola kegiatan seperti yang dilakukan DWP Undip layak dijadikan contoh bagi organisasi perempuan lainnya. Ia berharap model serupa dapat ditiru agar semakin banyak wadah yang mampu mendukung pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
“Harapannya bisa menginspirasi organisasi-organisasi lainnya, terkait bagaimana ibu-ibu ini aktivitasnya lebih terarah, lebih produktif, dan bisa juga melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada juga,” katanya. Dengan begitu, organisasi perempuan tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga ruang untuk merawat nilai budaya di tengah masyarakat.
Dorongan itu juga berangkat dari keyakinan bahwa masih banyak potensi perempuan yang belum tersalurkan secara maksimal. Ketika mendapat ruang yang sesuai, kemampuan tersebut dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Tiga nilai Kartini yang masih relevan
Menjelang peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Nawal mengajak perempuan di Jawa Tengah meneladani semangat RA Kartini. Ia menyebut ada tiga nilai penting dari Kartini yang tetap relevan untuk perempuan masa kini.
Nilai pertama adalah Kartini sebagai pendidik yang mendirikan sekolah bagi perempuan. Nilai kedua adalah keteguhan Kartini dalam melawan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, termasuk mendorong kesadaran atas kekerasan seksual, KDRT, dan isu kesetaraan gender.
Nilai ketiga adalah keberanian Kartini membuka ruang gerak perempuan agar tidak terjebak hanya pada ranah domestik. Dari semangat itu, perempuan dapat mengambil peran yang lebih luas di ruang publik tanpa meninggalkan tanggung jawab sosialnya.
Perempuan diajak ikut memperkuat pembangunan daerah
Berangkat dari nilai-nilai tersebut, Nawal mengajak perempuan di Jawa Tengah ikut memberi kontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menilai semangat Kartini perlu terus dijaga agar perempuan dapat memberi dampak yang lebih nyata di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial.
“Ini menjadikan modal semangat bagi kita untuk tetap menjaga nilai-nilai RA Kartini agar kita lebih berdampak terhadap perempuan. Baik itu secara ekonomi, pendidikan, dan sosial untuk permasalahan di Jawa Tengah saat ini,” ujarnya. Ajakan itu sejalan dengan upaya memperkuat peran perempuan dalam berbagai sektor pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.
Di tengah kebutuhan ruang yang lebih inklusif, dorongan agar organisasi perempuan menjadi tempat kreativitas dan aktualisasi diri dinilai penting. Dengan wadah yang produktif, perempuan dapat terus berkembang, berkarya, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah.
Source: indoraya.news