Sorotan terhadap keselamatan kerja di Starbase kembali menguat setelah seorang pekerja meninggal mendadak di pusat manufaktur SpaceX di Texas Selatan. Insiden itu muncul di saat perusahaan sedang menyiapkan peluncuran perdana Starship V3, sehingga tekanan terhadap SpaceX menjadi semakin besar.
Otoritas keselamatan kerja Amerika Serikat, Occupational Safety and Health Administration atau OSHA, telah membuka penyelidikan atas kejadian tersebut. Hingga saat ini, identitas korban belum diungkap dan penyebab pasti kematian juga belum dijelaskan secara resmi.
San Antonio Express-News melaporkan insiden itu terjadi pada Jumat dini hari, sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Sementara itu, The Wall Street Journal, dengan mengutip sumber internal, menyebut korban merupakan pekerja kontraktor dan meninggal akibat terjatuh.
Peristiwa ini menambah beban di tengah persiapan Starship V3, generasi terbaru roket SpaceX yang diklaim lebih kuat dan dirancang untuk penerbangan luar angkasa jarak jauh. Starship sendiri adalah proyek ambisius Elon Musk untuk membawa manusia ke Bulan hingga Mars.
Roket setinggi sekitar 122 meter itu disebut sebagai roket terbesar dan paling bertenaga yang pernah dibuat. Peluncuran perdana Starship V3 semula dijadwalkan pada 19 Mei, lalu dua kali ditunda sebelum terakhir dijadwalkan pada Kamis malam, 21/5.
SpaceX belum memberi alasan resmi atas penundaan itu. Perusahaan juga belum memberikan komentar terkait kematian pekerja di Starbase.
Di saat yang sama, rekam jejak keselamatan kerja di fasilitas tersebut ikut kembali disorot. TechCrunch, dengan mengacu pada data OSHA pada 2025, melaporkan bahwa tingkat cedera pekerja di Starbase menjadi yang tertinggi dibanding fasilitas manufaktur dan pengujian SpaceX lainnya.
Analisis itu juga menyebut tingkat kecelakaan kerja di Starbase hampir enam kali lebih tinggi daripada rata-rata perusahaan manufaktur kendaraan luar angkasa sejenis. Angka tersebut juga hampir tiga kali lebih tinggi dibanding industri manufaktur dirgantara secara keseluruhan pada 2024.
TechCrunch menambahkan bahwa tingginya angka cedera pekerja di Starbase sudah berlangsung sejak 2019. Sejak saat itu, SpaceX mulai melaporkan data keselamatan kerja fasilitas tersebut kepada regulator federal AS.
Sorotan terhadap keselamatan SpaceX tidak berhenti di Texas Selatan. Perusahaan itu juga menghadapi gugatan hukum dari seorang sopir truk yang mengaku cedera akibat paparan metana cair saat mengirim bahan bakar roket ke lokasi pengujian di McGregor, Texas, pada Juni 2024.
Selain itu, lebih dari 50 warga sekitar Starbase juga mengajukan gugatan federal. Mereka menuduh aktivitas peluncuran Starship telah menyebabkan kerusakan pada rumah mereka.
Dengan investigasi OSHA yang masih berjalan dan belum adanya penjelasan resmi dari SpaceX, perhatian publik terhadap Starbase tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Situasi ini membuat langkah SpaceX menuju uji terbang Starship V3 ikut berada di bawah pengawasan yang semakin ketat.
Source: www.cnbcindonesia.com






