Pancasila Dijadikan Pegangan Kebijakan Di Jawa Tengah, Bukan Sekadar Seremoni

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan Pancasila bukan sebagai hiasan seremoni, melainkan sebagai pedoman yang harus terasa dalam kebijakan dan gerakan nyata. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, nilai dasar negara itu diarahkan untuk hidup dalam kerja-kerja pemerintahan sehari-hari.

Penekanan itu menguat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Bagi Ahmad Luthfi, Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam acara formal. Nilai itu harus hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi alat pemersatu yang terus didengungkan dalam berbagai situasi.

Di Jawa Tengah, dorongan itu punya alasan yang kuat. Provinsi ini dihuni masyarakat dengan latar yang beragam, mulai dari suku, bahasa, ras, hingga kondisi sosial yang berbeda-beda.

Keragaman itu, menurut Luthfi, tidak boleh berubah menjadi jarak antarmasyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan justru perlu dijaga agar tetap berada dalam satu bingkai kebangsaan yang sama.

“Apapun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan arah yang ingin dibangun Pemprov Jawa Tengah. Pancasila diposisikan sebagai landasan berpikir bagi seluruh masyarakat, bukan sekadar simbol yang muncul saat peringatan nasional.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar nilai dasar negara tersebut hadir dalam praktik kebijakan. Fokusnya bukan hanya pada pidato atau seremonial, tetapi pada cara kerja yang bisa dirasakan dalam kehidupan sosial.

Pemprov Jawa Tengah memandang pendekatan itu penting untuk merespons persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Pancasila diarahkan menjadi pegangan bersama agar kohesi sosial tetap terjaga di daerah yang majemuk.

Tema peringatan tahun ini juga memperkuat pesan tersebut. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia menegaskan bahwa persatuan di dalam negeri menjadi dasar penting untuk membangun harmoni yang lebih luas.

Di tengah keberagaman yang terus ada, Pemprov Jawa Tengah ingin menjadikan Pancasila sebagai titik temu. Semangat persatuan ditempatkan sebagai cara untuk menjaga agar perbedaan tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Arah itu menunjukkan bahwa Pancasila di Jawa Tengah tidak disiapkan sebagai slogan yang lewat begitu saja. Pemerintah provinsi berupaya menjaga agar nilai tersebut benar-benar hidup dalam kebijakan, gerakan, dan sikap sehari-hari masyarakat.

Source: radarsolo.jawapos.com
Berita Terbaru