Pasar Mobil Listrik Makin Menggigit, Mobil Konvensional Kian Terkepung di RI

Author: Redaksi Android62

Mobil listrik makin kuat menancapkan posisi di pasar otomotif nasional. Pada April 2026, kendaraan listrik menyumbang 14.815 unit dari total wholesales mobil nasional sebanyak 80.776 unit, atau setara 18,34 persen.

Pencapaian itu muncul saat pasar mobil Indonesia baru pulih setelah terdampak libur Lebaran pada bulan sebelumnya. Saat wholesales nasional naik 31,8 persen dibandingkan Maret 2026, porsi mobil listrik justru ikut terdorong lebih besar dan menegaskan bahwa BEV sudah tidak lagi berada di pinggiran pasar.

Tren penguatan itu juga terlihat jelas pada akumulasi awal tahun. Dalam periode Januari-April 2026, distribusi mobil listrik ke dealer sudah mencapai 47.781 unit, naik 89,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 25.231 unit.

Lonjakan tersebut menunjukkan minat konsumen terhadap mobil listrik terus bergerak naik. Kenaikan itu tidak hanya bergantung pada momentum sesaat, melainkan mencerminkan perubahan perilaku pasar yang semakin menerima kendaraan listrik sebagai pilihan utama.

Pasar Elektrifikasi Makin Luas

Perubahan besar di pasar kendaraan listrik terjadi sangat cepat dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, penjualan mobil listrik masih 687 unit, lalu meningkat menjadi 10.327 unit pada 2022 dan 17.051 unit pada 2023.

Setelah itu, pertumbuhannya semakin tajam. Penjualan mobil listrik menembus 43.189 unit pada 2024 dan mencapai 103.931 unit pada 2025, sebelum kembali menambah 47.781 unit pada empat bulan pertama 2026.

Deretan angka itu menunjukkan pasar yang semula kecil kini berubah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan otomotif. Kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik ikut menguat seiring bertambahnya produk dan dukungan kebijakan.

Pemerintah masih memberikan relaksasi pajak dan pembebasan aturan ganjil-genap. Insentif tersebut menjadi nilai tambah, terutama bagi konsumen di kota besar seperti Jakarta.

Hybrid dan PHEV Ikut Naik

Kenaikan elektrifikasi tidak hanya terjadi pada mobil listrik murni. Segmen hybrid juga mencatat penguatan dengan 26.336 unit yang dikirim ke dealer pada lima bulan pertama 2026, naik 42,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dalam lima tahun terakhir, hybrid terus bergerak naik meski lajunya tidak setajam BEV. Penjualannya tercatat 2.472 unit pada 2021, kemudian naik menjadi 10.344 unit pada 2022 dan melonjak ke 54.179 unit pada 2023.

Setelah itu, hybrid kembali bertambah menjadi 59.903 unit pada 2024 dan 65.943 unit pada 2025. Angka tersebut memperlihatkan bahwa opsi elektrifikasi selain BEV juga makin mendapat tempat di pasar.

Segmen plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV bahkan menunjukkan lonjakan yang lebih mencolok pada awal 2026. Pada Januari-April 2026, total penjualannya mencapai 2.089 unit, jauh di atas periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 91 unit.

Dalam catatan lima tahun, PHEV bergerak dari 46 unit pada 2021, turun ke 10 unit pada 2022, lalu naik menjadi 128 unit pada 2023 dan 136 unit pada 2024. Pada 2025, penjualannya melonjak lagi menjadi 5.270 unit.

Mobil Konvensional Kian Tertekan

Di sisi lain, mobil bermesin pembakaran internal mulai menghadapi tekanan yang makin terasa. Meski masih mendominasi pasar Indonesia, penjualannya menunjukkan pola penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk segmen ICE non-LCGC, penjualan pada 2021 tercatat 737.477 unit dan sempat naik menjadi 869.153 unit pada 2022. Setelah itu, angkanya turun menjadi 729.739 unit pada 2023, lalu 585.729 unit pada 2024, dan kembali melemah ke 505.857 unit pada 2025.

Perbandingan dengan 2019 juga memperlihatkan perubahan arah yang jelas. Saat itu, ICE non-LCGC masih mencatat 814.641 unit, sementara enam tahun kemudian jumlahnya turun ke 505.857 unit.

Tekanan serupa juga terlihat pada segmen low cost green car atau LCGC. Pada 2019, penjualan LCGC masih berada di 217.454 unit, tetapi dalam tiga tahun terakhir trennya bergerak turun.

LCGC tercatat 146.520 unit pada 2021, naik ke 158.206 unit pada 2022 dan mencapai 204.705 unit pada 2023. Setelah itu, penjualannya menurun menjadi 176.766 unit pada 2024 dan 122.686 unit pada 2025.

Pada Januari-April 2026, penjualan LCGC baru mencapai 37.823 unit. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar otomotif Indonesia makin bergeser ke kendaraan elektrifikasi, sementara mobil konvensional masih besar tetapi perlahan tergerus.

Source: oto.detik.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru