Pasien Israel Terinfeksi Hantavirus, Jenis Eropa Ini Masih Dalam Pengawasan Ketat

Author: Redaksi Android62

Israel kini mencatat kasus pertama hantavirus pada seorang pasien yang infeksinya dikonfirmasi lewat pemeriksaan laboratorium. Kondisi pasien dilaporkan stabil, tidak memerlukan perawatan intensif, dan masih dalam pengawasan medis.

Temuan ini menjadi perhatian karena jenis virus yang terdeteksi berasal dari strain Eropa. Strain tersebut berbeda dari strain Andes yang berasal dari Amerika Selatan dan ikut diawasi ketat karena dalam kasus yang sangat langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Sebelum hasil akhirnya keluar, pasien sempat menjalani tes antibodi setelah muncul gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus. Hasil tes itu menunjukkan adanya paparan virus, lalu pemeriksaan PCR dilakukan untuk mencari materi genetiknya.

Tes PCR kemudian mengonfirmasi bahwa infeksi memang terjadi. Kasus itu juga sudah dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan Israel, meski identitas pasien, lokasi tempat tinggal, dan rumah sakit yang menangani belum dipublikasikan.

Kasus ini menonjol karena hantavirus jarang dilaporkan di Israel, walaupun bukan hal yang sepenuhnya baru. Sekitar satu dekade lalu, beberapa warga Israel juga diduga tertular saat bepergian ke Amerika Selatan.

Perbedaan jenis strain ikut menjadi perhatian utama otoritas kesehatan. Sebagian besar strain hantavirus umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia, sehingga jalur penularannya berbeda dengan strain Andes yang mendapat sorotan khusus.

Karena itu, pemantauan medis tetap dianggap penting meski kondisi pasien saat ini tidak kritis. Konfirmasi laboratorium menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak bisa dianggap ringan, terutama ketika jenis strain yang terlibat ikut menentukan tingkat perhatian medis.

Di saat yang sama, perhatian terhadap hantavirus juga meningkat karena wabah lain yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius. Sejumlah negara kini berupaya melacak penumpang yang turun dari kapal sebelum kapal itu berlabuh di Tanjung Verde.

Pelacakan dilakukan untuk memastikan para penumpang tidak mengalami gejala dan tidak menularkan virus kepada orang lain. Hingga kini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dalam wabah di kapal tersebut, termasuk pasangan lansia asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.

Total ada delapan kasus terkonfirmasi maupun dugaan kasus yang dikaitkan dengan pelayaran itu. Salah satunya adalah seorang warga Swiss yang kini dirawat di rumah sakit di Zurich.

Kapal tersebut membawa sekitar 147 penumpang dan kru dari 23 negara. Perjalanannya dimulai dari Ushuaia di selatan Argentina, lalu melewati Antartika dan sejumlah pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Setelah beberapa kasus gangguan pernapasan berat muncul di atas kapal, kapal itu berlabuh di dekat Praia, Tanjung Verde. Namun para penumpang tidak diizinkan turun dari kapal pada saat itu.

Pada Rabu, tiga pasien dievakuasi dari kapal dan dua di antaranya disebut dalam kondisi serius. Setelah itu kapal melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary setelah Spanyol mengizinkan kapal bersandar karena alasan medis dan kemanusiaan.

WHO menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum masih rendah. Organisasi itu juga menyatakan belum ada bukti bahwa virus menyebar melalui kontak sehari-hari biasa.

CDC Amerika Serikat turut memantau warga AS yang berada di kapal atau memiliki kaitan dengan perjalanan tersebut sebagai bagian dari pelacakan kontak. Di tengah rangkaian peristiwa itu, kasus di Israel menambah perhatian terhadap hantavirus, terutama karena jalur penularan dan jenis strain yang terlibat dapat berbeda-beda.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru