Pasokan Sapi Kurban Trenggalek Menipis, Harga Naik Rp4 Juta Jelang Idul Adha

Menjelang Idul Adha, pasar sapi kurban di Kabupaten Trenggalek bergerak dalam tekanan harga yang cukup tajam. Di pasar hewan Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, kenaikan harga disebut sudah mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.

Kondisi itu membuat pembeli harus menyiapkan anggaran lebih besar dari biasanya. Untuk sapi yang dinilai punya kondisi fisik ideal, pedagang menyebut harga minimal yang kini layak disiapkan berada di sekitar Rp25 juta.

Pedagang sapi asal Kecamatan Pogalan, Suwardi, mengatakan lonjakan harga berlangsung terus sejak Idul Fitri. Menurut dia, kenaikan hampir muncul di setiap pasaran karena stok sapi di banyak daerah makin terbatas.

Ia menilai salah satu penyebab utama adalah jumlah sapi yang berkurang setelah dampak penyakit mulut dan kuku atau PMK. Banyak peternak yang sempat terdampak belum kembali menjalankan usaha secara penuh karena masih menyimpan kekhawatiran.

“Situasi harga sapi ada kenaikan agak signifikan, sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per ekor dari harga yang lama,” kata Suwardi. Ia juga menyebut pasokan di lapangan ikut menipis seiring berkurangnya jumlah ternak siap jual.

Meski harga naik, transaksi sapi kurban tetap berjalan aktif. Hingga kini, volume penjualan disebut sudah mendekati 100 ekor sapi, termasuk pengiriman ke luar daerah.

Permintaan dari luar kota masih kuat, terutama ke Jakarta. Suwardi mengatakan pengiriman ke Jakarta saja sudah mencapai sekitar 30 ekor, dan ia menargetkan penjualan bisa melewati 100 ekor sampai hari raya tiba.

“Permintaan dari luar kota banyak, ke Jakarta saja kami kirim 30 ekor. Targetnya sampai hari raya nanti bisa mengeluarkan lebih dari 100 ekor,” ujarnya. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan hewan kurban tetap tinggi meski harga terus bergerak naik.

Perubahan harga tersebut ikut menggeser pilihan pembeli di pasar. Mereka yang ingin mencari sapi dengan kondisi terbaik harus menyesuaikan anggaran dengan stok yang tersedia, karena harga yang dianggap ideal kini sudah berada di level lebih tinggi.

Di sisi lain, pengiriman ternak keluar daerah juga tidak lepas dari pengawasan kesehatan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, menegaskan bahwa pengiriman harus melalui prosedur verifikasi kesehatan yang ketat.

Untuk pengiriman keluar daerah, surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH wajib diajukan melalui aplikasi resmi dari Dinas Kesehatan. Aturan ini dibuat agar distribusi ternak tetap terpantau dan memenuhi syarat kesehatan veteriner.

Ririn juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada harga saat membeli sapi kurban. Pemeriksaan fisik tetap penting untuk memastikan hewan yang dipilih layak dan sehat.

Ia menyarankan pembeli memilih sapi yang tampak lincah, bersih, dan memiliki mata yang jernih. Bulu yang mengkilap serta nafsu makan yang baik juga menjadi tanda penting sebelum hewan dibeli.

“Secara fisik, pilihlah hewan yang tampak lincah, tidak ada kotoran di mata maupun di anus. Perhatikan sinar matanya yang jernih, bulunya bagus (mengkilap), dan memiliki nafsu makan yang baik,” kata Ririn. Dengan permintaan yang tetap tinggi dan pasokan yang belum pulih sepenuhnya, pasar sapi kurban di Trenggalek masih berada dalam situasi yang ketat.

Berita Terkait