China memperlihatkan bahwa perlombaan kecerdasan buatan tidak lagi sekadar soal riset, tetapi juga soal skala industri dan kesiapan ekosistem. Negara itu kini menguasai 60 persen dari total paten AI global, sementara industri inti ekonomi digitalnya terus bergerak cepat dan makin berpengaruh pada perekonomian nasional.
Dorongan tersebut terlihat dari nilai tambah industri inti ekonomi digital China yang sudah menyumbang lebih dari 10,5 persen terhadap produk domestik bruto. Laporan Pengembangan Digital China (2025) yang dirilis Administrasi Data Nasional China menunjukkan bahwa AI telah berubah menjadi salah satu motor utama di balik pertumbuhan itu.
AI jadi penggerak utama ekonomi digital
Skala industri inti AI China kini telah melampaui 1,2 triliun yuan. Angka ini menegaskan bahwa AI tidak lagi hanya berperan sebagai teknologi pendukung, melainkan sudah masuk ke jajaran penggerak utama ekonomi digital di negara tersebut.
Laporan itu diumumkan pada Rabu dalam forum utama Konferensi Tingkat Tinggi Digital China ke-9 di Provinsi Fujian, China timur. Peluncuran di forum nasional tersebut menunjukkan bahwa pengembangan digital tetap ditempatkan sebagai agenda strategis di tingkat pusat.
Ekosistem digital tumbuh dengan laju tinggi
Selain dominasi paten AI, China juga mencatat percepatan dalam indeks pengembangan Digital China yang mencapai 170,1 pada 2025. Angka ini naik 12,99 persen secara tahunan dan menunjukkan ekspansi ekonomi digital yang masih berlangsung cepat.
Percepatan itu didorong oleh penerapan regulasi dan teknologi digital yang semakin cepat. China juga memperluas skenario aplikasi baru untuk kumpulan data, memperkuat infrastruktur AI, dan menambah sumber daya manusia yang cakap di bidang digital.
Data, komputasi, dan talenta jadi fondasi
Fondasi pertumbuhan itu terlihat dari pembangunan lebih dari 110.000 kumpulan data berkualitas tinggi. Kumpulan data tersebut mencakup bidang kesehatan, industri, dan pendidikan, yang semuanya penting untuk mendukung aplikasi digital dan pengembangan AI.
Di sisi lain, China telah mendirikan 306 fasilitas komputasi hijau nasional. Kehadiran fasilitas ini memperkuat kapasitas komputasi yang dibutuhkan agar layanan digital dapat berjalan dalam skala besar.
Dampaknya meluas ke banyak sektor
Teknologi digital kini tidak lagi berhenti di sektor teknologi semata. Integrasinya sudah merambah ekonomi, tata kelola, budaya, masyarakat, dan lingkungan, sehingga pengaruhnya terasa di berbagai lapisan kehidupan.
Yu Ying, wakil direktur Administrasi Data Nasional, mengatakan mesin digital akan memainkan peran yang jauh lebih besar dalam mendorong peningkatan industri. Ia juga menyebut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional bersama Administrasi Data Nasional akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan pengembangan Digital China.
Dengan modal paten AI yang besar, pertumbuhan industri inti yang kuat, dan dukungan data serta komputasi yang terus diperluas, China tampak membangun ekosistem digital yang ditopang dari banyak sisi. Arah ini memperlihatkan bahwa persaingan AI di negara tersebut berjalan seiring dengan upaya memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi digital secara menyeluruh.







