Pau Cubarsi Bukan Cuma Kuat, Disiplin Makan dan Latihannya Bikin Penyerang Dunia Tak Berkutik

Author: Redaksi Android62

Pau Cubarsi tampil sebagai salah satu sosok paling menonjol saat Spanyol menyingkirkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Bek berusia 19 tahun itu membuat nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Cristiano Ronaldo kesulitan leluasa bergerak.

Performa tersebut memperlihatkan bahwa Cubarsi bukan sekadar talenta muda. Ia sudah berada di level yang menuntut ketahanan fisik, disiplin latihan, dan kebiasaan hidup yang sangat terjaga.

Latihan Tambahan dan Pemulihan yang Terukur

Menjelang turnamen, Cubarsi menjalani latihan yang cukup keras. Menurut Mundo Deportivo, hasilnya terlihat dari tubuhnya yang makin berotot dan dari pengakuannya sendiri bahwa berat badannya bertambah cukup banyak.

Di luar menu latihan bersama klub, ia menambah pekerjaan fisik pada sore hari dengan pergi ke pusat kebugaran. Setelah itu, ia memanfaatkan sauna untuk membantu mempercepat pemulihan otot.

Aspek Kebiasaan Cubarsi Tujuan
Latihan tambahan Datang ke pusat kebugaran pada sore hari Menjaga fisik tetap siap
Pemulihan Memanfaatkan sauna Mempercepat pemulihan otot
Rutinitas tim Bermain biliar dan menghabiskan waktu bersama Menjaga kebersamaan dan aktivitas

Di sela-sela menunggu turnamen dimulai, ia dan rekan-rekan setim menjaga suasana tetap aktif dengan bermain biliar, pergi ke gym, dan menghabiskan waktu bersama. Cubarsi menyebut periode seperti itu bisa terasa membosankan, sehingga pemain perlu mencari cara agar tetap sibuk.

Pola Makan yang Diatur Sendiri

Kedisiplinan Cubarsi tidak berhenti di ruang latihan. Bek muda ini tinggal bersama saudara perempuannya dan memilih menyiapkan sendiri beberapa makanan yang ia butuhkan.

Reuters mengutip pernyataannya yang menunjukkan kebiasaan sederhana itu. “Saya sedang belajar memasak beberapa hal, dan jika ada piring yang perlu dicuci, saya akan mencucinya,” kata Cubarsi.

Kebiasaan tersebut menggambarkan sisi mandiri yang jarang terlihat dari pemain seusianya. Di level tertinggi, detail seperti pengaturan makan, pemulihan yang terjaga, dan kerja fisik tambahan bisa menjadi pembeda besar.

Panggung Besar di Usia 19 Tahun

Bagi Cubarsi, Piala Dunia 2026 adalah turnamen pertamanya di ajang itu. Barcelona juga menjadi lingkungan yang terus menuntut dirinya berkembang setelah ia masuk tim utama pada Januari 2024.

Di tengah tuntutan tersebut, ia justru tampil makin matang. Saat banyak pemain seusianya masih menata langkah, Cubarsi sudah dipercaya menghadapi penyerang kelas dunia di panggung sebesar Piala Dunia.

Spanyol sendiri memastikan tiket ke final usai menang 2-0 atas Les Bleus. Itu menjadi langkah besar bagi La Roja, yang terakhir kali tampil di laga puncak Piala Dunia pada 2010 saat mereka keluar sebagai juara.

Berita Terbaru