PB Djarum menutup Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Tengah 2026 dengan hasil sempurna di sektor tunggal putri. Tiga gelar dari tiga nomor menjadi bukti paling nyata bahwa pembinaan di sektor ini sedang bergerak ke arah yang diinginkan.
Di balik capaian itu, ada nama Hendrawan yang mulai melihat misi besarnya menunjukkan hasil. Sebagai Technical Advisor tunggal putri PB Djarum, ia menilai yang paling penting bukan hanya piala, melainkan perkembangan permainan dan kualitas atlet di setiap jenjang usia.
Sapu bersih gelar itu datang dari tiga wakil yang tampil di kelas berbeda. Kalia Rahmadani merebut gelar tunggal remaja putri setelah melewati Wa Ode Andita Julianti dari AIC dalam duel tiga gim dengan skor 21-17, 13-21, 21-14.
Pertandingan Kalia berlangsung sengit hingga gim penentuan. Ia mampu menjaga ketenangan saat momen krusial dan memastikan gelar tetap menjadi milik PB Djarum.
Di sektor tunggal taruna putri, Christabel Calista Purwanto tampil meyakinkan saat menghadapi Raisya Affatunisa dari PB Djarum. Calista menang 21-10, 21-15 dan meraih gelar pertamanya setelah tiga kali tampil di partai final.
Hasil itu terasa makin bernilai karena Calista sebelumnya belum berhasil mengunci gelar di dua final lain. Kini, keberhasilan tersebut menjadi dorongan penting untuk membangun rasa percaya dirinya, apalagi ia akan tampil di Asia Junior Championships di Jepang.
Dominasi PB Djarum dilengkapi Sausan Dwi Ramadhani di tunggal dewasa putri. Ia menaklukkan Jolin Angelia dari Pelarnas melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 10-21, 21-9.
Bagi Hendrawan, hasil itu tidak bisa dipandang hanya dari sisi jumlah trofi. Ia justru menekankan bahwa proses latihan, konsistensi, dan peningkatan kualitas permainan jauh lebih penting untuk masa depan tunggal putri PB Djarum.
Ia juga memberi perhatian pada atlet yang belum juara, termasuk Raisya Affatunisa. Raisya tetap tampil konsisten meski gagal mempertahankan gelar, setelah sebelumnya menjadi juara di Surabaya dan kembali menembus final pada ajang ini.
Perkembangan para pemain muda dan senior ikut menjadi perhatian Hendrawan dalam menilai hasil di GOR Djarum Jati. Kalia masih menjalani tahun pertama di level remaja, sedangkan Sausan baru memasuki tahun kedua di level dewasa.
Dari situ, ia melihat ada tanda kemajuan di berbagai kelompok usia. Namun, ia menegaskan perjalanan para atlet masih panjang dan konsistensi tetap harus dijaga dalam pembinaan berikutnya.
Hendrawan sendiri bergabung dengan PB Djarum sebagai Technical Advisor tunggal putri sejak Desember 2024. Ia datang dengan tujuan membagikan pengalaman sebagai pemain dan pelatih level dunia, lalu berdiskusi dengan para pelatih PB Djarum agar program pembinaan bisa semakin kuat.
Pria yang meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu ingin prestasi tunggal putri PB Djarum tidak berhenti di level nasional. Targetnya jauh lebih besar, yaitu membawa sektor ini menembus level dunia.
Jejak karier kepelatihannya juga memberi bobot pada arah pembinaan yang ia bawa. Setelah pensiun sebagai atlet, Hendrawan pernah melatih di Pelatnas PBSI dan di Malaysia, termasuk di sektor tunggal putra utama BAM Malaysia.
Dalam perjalanan itu, namanya juga dikenal ikut berperan dalam perkembangan Lee Chong Wei dan Lee Zii Jia di level dunia. Karena itu, sapu bersih gelar di Sirnas Jateng 2026 menjadi salah satu tanda awal bahwa pendekatan yang ia bangun mulai memberi dampak nyata pada tunggal putri PB Djarum.
Source: pbdjarum.org