Singapore Airlines menggeser peluncuran kursi first class dan business class generasi baru untuk Airbus A350-900 ke kuartal I 2027. Jadwal itu mundur dari target semula di kuartal II 2026, di tengah tekanan rantai pasok dan keterlambatan sertifikasi untuk salah satu kursi baru.
Perubahan jadwal ini membuat program pembaruan kabin premium SIA ikut bergeser dari rencana awal. Maskapai juga belum memberikan tanggal baru untuk varian A350-900ULR, meski sebelumnya pesawat pertama yang sudah dipasang ulang dijadwalkan menyusul setelah varian long-haul.
Program besar untuk 41 pesawat
Pembaruan kabin ini merupakan bagian dari proyek besar untuk 41 pesawat Airbus A350-900 long-haul dan ultra-long-range. Singapore Airlines mengumumkan program tersebut pada November 2024 sebagai investasi senilai S$1,1 miliar atau US$863 juta.
Dalam proyek ini, SIA merancang tata letak baru dari nol. Maskapai menargetkan ruang yang lebih lapang serta elemen ergonomis untuk meningkatkan kenyamanan penumpang di kabin jarak jauh.
Jadwal retrofit ikut bergeser
Pada rencana awal, A350-900 long-haul pertama yang sudah selesai retrofit dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal II 2026. Setelah itu, A350-900ULR pertama direncanakan menyusul pada kuartal I 2027.
Kini, juru bicara SIA menyebut A350-900 hasil retrofit diperkirakan masuk layanan pada kuartal I 2027, dengan catatan masih menunggu persetujuan regulator. Untuk A350-900ULR, maskapai belum mengumumkan jadwal baru dan hanya mengatakan akan memperbarui informasi itu pada waktunya.
Bukan hanya soal pemasangan kursi
Penundaan ini menunjukkan bahwa proyek kabin mahal tersebut tidak hanya bergantung pada proses instalasi fisik. Kesiapan sertifikasi dan pasokan komponen kini ikut menentukan kapan kursi baru bisa dipakai penumpang.
SIA juga menyebut adanya keterlambatan sertifikasi untuk salah satu kursi baru. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mengapa jadwal retrofit ikut bergeser dari target semula.
Pekerjaan dilakukan di Singapura
Seluruh pekerjaan retrofit akan dikerjakan oleh SIA Engineering Company di Singapura. Selain first class dan business class, kabin premium economy dan economy juga akan diperbarui dalam program yang sama.
SIA sebelumnya menargetkan seluruh program pembaruan ini selesai pada akhir 2030. Dengan jadwal yang berubah, maskapai perlu menjaga ritme pengadaan, sertifikasi, dan retrofit agar proyek tetap bergerak menuju target jangka panjang.
Bagi penumpang, artinya pengalaman first class dan business class generasi baru di A350 milik SIA harus menunggu lebih lama. Namun bagi maskapai, pembaruan armada jarak jauh ini tetap menjadi salah satu proyek kabin paling penting yang sedang berjalan.
