Duka Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Sampaikan Terima Kasih ke Warga

Author: Redaksi Android62

Ribuan warga memenuhi rangkaian penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei, yang pemakamannya memicu gelombang duka di Teheran, Qom, hingga sejumlah wilayah di Irak. Prosesi itu berlangsung selama lima hari sebelum jenazahnya dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.

Di tengah suasana duka tersebut, keluarga Khamenei memilih menyampaikan pesan secara tidak langsung. Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai penerus ayahnya, mengucapkan terima kasih kepada warga Iran dan Irak melalui kakak tertuanya, Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Khamenei.

Pesan duka yang disampaikan lewat keluarga

Ucapan itu disampaikan dalam acara peringatan di Teheran pada Selasa (14/7). Dalam pidatonya, Hojjatoleslam Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada umat Islam, rakyat Iran, dan Imam Mahdi (AJ) atas wafatnya sang ayah.

Ia menyebut kehilangan itu sebagai musibah besar yang menuntut keteguhan dan kesabaran dari masyarakat. Mengutip ayat Al-Qur’an, ia mengatakan, “Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,” seperti dilansir Anadolu, Rabu (15/7).

Menurut dia, kesabaran bukan berarti menyerah. Ia menegaskan bahwa sikap itu berarti tetap teguh berada di jalan yang diyakini benar hingga tujuan tercapai.

Hojjatoleslam Khamenei juga menekankan bahwa sikap sabar tidak meniadakan tuntutan pertanggungjawaban atas tragedi yang terjadi. Menurut dia, hal itu “sama sekali tidak bertentangan dengan pembalasan maupun menghadapi para pelaku kejahatan” yang terlibat dalam peristiwa besar tersebut.

Upacara di Teheran dihadiri ribuan pelayat

Peringatan di Masjid Mosalla, Teheran, dihadiri ribuan warga yang datang untuk mengenang Ayatollah Ali Khamenei. Meski disebut memimpin jalannya upacara, Mojtaba Khamenei kembali tidak tampil langsung di hadapan publik.

Sejak ditetapkan sebagai penerus ayahnya, ia belum pernah menunjukkan penampilan terbuka. Seluruh pesan resminya sejauh ini disampaikan melalui perwakilan atau pernyataan tertulis.

Acara itu juga dihadiri Presiden Masoud Pezeshkian, jajaran petinggi militer, para duta besar, diplomat asing, dan tiga putra lain Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian politik dan diplomatik yang menyertai prosesi tersebut.

Gelombang penghormatan sebelum pemakaman

Sebelum dimakamkan, jenazah Ayatollah Ali Khamenei dibawa dalam rangkaian penghormatan publik selama lima hari di Teheran, Qom, dan beberapa wilayah di Irak. Jutaan pelayat disebut mengikuti prosesi itu untuk memberikan penghormatan terakhir.

Rangkaian yang Tercatat Lokasi Keterangan
Peringatan Masjid Mosalla, Teheran Dihadiri ribuan warga dan sejumlah pejabat tinggi
Prosesi pemakaman Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad Digelar lima hari sebelum peringatan di Teheran
Penghormatan publik Teheran, Qom, dan sejumlah wilayah di Irak Berlangsung selama lima hari sebelum pemakaman

Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama empat anggota keluarganya dan sejumlah pejabat tinggi militer Iran dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan itu disebut menyasar kantor pemimpin tertinggi Iran di pusat Kota Teheran.

Kematian tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Peristiwa itu juga menjadi pemicu operasi militer balasan Iran terhadap sejumlah target Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak Juni 1989, menggantikan Ayatollah Seyyed Ruhollah Khomeini setelah wafatnya pendiri Republik Islam Iran tersebut. Selama lebih dari tiga dekade, ia memegang peran sentral dalam arah politik, keamanan, dan strategi Iran.

Di tengah duka dan eskalasi yang menyusul, pesan keluarga Khamenei menempatkan kesabaran, keteguhan, dan tuntutan pertanggungjawaban dalam satu bingkai yang sama. Bagi para pelayat yang memenuhi Teheran, Qom, hingga Irak, pemakaman itu menjadi momen keagamaan sekaligus politik yang mengguncang kawasan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru