Pemerintah dan DPR Sepakat Patokan Awal APBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6,5 Persen

Author: Redaksi Android62

Pemerintah dan DPR telah mengunci kerangka awal APBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8-6,5 persen. Angka tertinggi di level 6,5 persen itu menjadi salah satu sinyal paling kuat dari arah kebijakan fiskal yang akan disusun pada tahap berikutnya.

Kesepakatan pendahuluan tersebut juga memuat sejumlah asumsi makro lain yang akan menjadi dasar penyusunan RUU APBN 2027. Di antaranya inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar rupiah pada kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 per dolar AS, serta suku bunga SBN 10 tahun di level 6,5-7,3 persen.

Kerangka fiskal sudah disiapkan lebih dulu

Dalam postur fiskal awal, pendapatan negara dipatok pada level 12,01-12,40 persen terhadap PDB. Rinciannya terdiri dari perpajakan 10,16-10,50 persen PDB, PNBP 1,85-1,89 persen PDB, dan hibah 0,002-0,003 persen PDB.

Belanja negara disepakati berada lebih tinggi, yaitu 13,81-14,80 persen PDB. Komponennya mencakup belanja pemerintah pusat 11,26-12,01 persen PDB dan transfer ke daerah 2,55-2,79 persen PDB.

Defisit, pembiayaan, dan utang ikut masuk kerangka awal

Untuk keseimbangan primer, pemerintah dan Banggar DPR menetapkan kisaran dari surplus 0,45 persen PDB hingga defisit 0,14 persen PDB. Adapun defisit anggaran berada di rentang 1,8-2,4 persen PDB, sementara pembiayaan investasi dipatok pada minus 0,50-0,90 persen PDB.

Kesepakatan itu juga mencatat jumlah pinjaman terhadap PDB pada kisaran 40,31-40,64 persen. Kerangka ini akan menjadi dasar pemerintah saat menyusun usulan awal RUU APBN 2027 pada 16 Agustus 2026.

Asumsi energi dan target pembangunan ikut disusun

Di sektor energi, harga minyak mentah Indonesia disepakati berada pada kisaran US$70-US$95 per barel. Sementara itu, lifting minyak bumi ditetapkan 605-620 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 951-990 ribu barel setara minyak.

Untuk agenda pembangunan, tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke 6,0-6,5 persen dan kemiskinan ekstrem dipasang nol persen. Pemerintah juga menargetkan rasio gini 0,362-0,367 dan tingkat pengangguran terbuka 4,3-4,87 persen.

Target sosial-ekonomi dipasang lebih terukur

Sejumlah indikator lain turut disepakati, mulai dari indeks modal manusia 0,575, indeks kesejahteraan petani 0,8038, hingga proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81 persen. Pemerintah juga memasang target GNI per kapita US$5.800-US$5.840 dan indeks kualitas lingkungan hidup 76,84.

Puan Maharani mengesahkan hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI ke-23 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 di Senayan, Jakarta. Tahap berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan bersama pemerintah dan Komisi XII DPR hingga pengesahan APBN pada akhir Oktober 2026.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru