Nama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kembali menjadi perhatian setelah Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa memunculkan kesaksian yang menguatkan isu kedekatannya dengan Muhammad Basri alias Basri Kajang atau Om Bas dan BK.
Dalam sidang yang digelar pada Rabu (24/6/2026), Muhammad Agus Salim Harahap yang kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa sekaligus mantan Inspektur Inspektorat Daerah, menyampaikan bahwa Basri pernah mengakui langsung kepadanya bahwa Husniah Talenrang adalah kekasihnya.
Pengakuan yang disampaikan di bengkel
Agus menjelaskan bahwa percakapan itu terjadi saat dirinya bertemu Basri di sebuah bengkel kendaraan. Pertemuan tersebut berlangsung ketika keduanya membahas motor trail yang rencananya akan diberikan kepada Bupati Gowa.
Menurut penuturan Agus, ia sempat memastikan tujuan pemberian motor itu kepada Basri. Saat ditanya apakah kendaraan tersebut memang untuk Husniah, Basri disebut menjawab singkat bahwa motor itu memang untuk ibu.
Agus kemudian menanyakan kedekatan Basri dengan Husniah di lokasi yang sama. Dalam sidang, ia mengulang dialog yang menurutnya terjadi secara langsung, termasuk jawaban Basri yang menyebut, “Kekasih ku.”
Suami Husniah ikut menegaskan telah lama tahu
Selain keterangan Agus, perhatian publik juga tertuju pada pernyataan suami Husniah, Khaerul Aco. Ia menyebut sudah lama mengetahui kabar dugaan hubungan istrinya dengan Basri Kajang, sehingga isu yang selama ini beredar kembali menguat di ruang publik.
Keterangan dari pihak keluarga itu menjadi salah satu alasan mengapa sidang Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa mendapat sorotan besar. Apalagi, pernyataan itu muncul di tengah pembahasan yang berkaitan dengan dinamika politik dan pemerintahan di Kabupaten Gowa.
Belum ada rekaman, tetapi siap diperiksa lagi
Meski tidak membawa bukti rekaman video maupun suara, Agus menyatakan siap menghadapi pemeriksaan lanjutan jika Basri Kajang dihadirkan langsung dalam sidang. Ia menegaskan kesaksiannya berasal dari pengakuan lisan yang ia dengar sendiri dalam pertemuan di bengkel tersebut.
Situasi ini membuat publik menunggu langkah berikutnya dari proses sidang Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa. Kehadiran pihak-pihak yang disebut dalam kesaksian dinilai dapat menjadi penentu arah pemeriksaan atas isu yang kini kembali terbuka ke permukaan.
