Penjualan Daihatsu Masih Tertopang Pembeli Mobil Pertama, Segmen Murah Tetap Menjadi Andalan

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Daihatsu masih punya pijakan kuat di pasar mobil murah karena penjualannya tidak hanya bertahan di angka besar, tetapi juga tersebar luas di berbagai wilayah. Hingga April 2026, PT Astra Daihatsu Motor membukukan penjualan retail 46.953 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen, yang cukup untuk menjaga posisi merek ini sebagai nomor dua di penjualan ritel nasional.

Kinerja itu menarik karena datang di saat segmen low cost green car atau LCGC tidak bergerak seragam. Di tengah perlambatan daya beli dan perubahan pola pasar, Daihatsu justru tetap mengandalkan kelompok konsumen yang sejak lama menjadi basis utamanya, yaitu pembeli mobil pertama.

Pembeli pertama masih jadi tumpuan

Sekitar 65 persen penjualan Daihatsu masih berasal dari first car buyer. Komposisi ini menunjukkan bahwa pasar utama Daihatsu belum bergeser jauh dari konsumen yang mencari mobil terjangkau, mudah dirawat, dan sesuai untuk penggunaan harian.

Segmen tersebut sangat sensitif terhadap harga, efisiensi bahan bakar, dan biaya kepemilikan. Karena itu, strategi produk Daihatsu yang menonjolkan tiga faktor tersebut masih relevan bagi pembeli yang ingin kendaraan keluarga sekaligus kendaraan harian.

LCGC tidak sekuat dulu, tetapi masih menopang

Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Communication PT ADM, menjelaskan kontribusi LCGC MPV masih berada di kisaran rata-rata 5.500-5.600 unit per bulan. Angka itu kurang lebih sama seperti tahun lalu dan menunjukkan bahwa lini ini masih memberi kontribusi yang stabil.

Berbeda dengan itu, LCGC hatchback turun dari sekitar 5.500 unit menjadi sekitar 4.500 unit per bulan. Meski begitu, Ayla dan model saudara kembarnya masih mampu mencatat penjualan sekitar 2.000-2.200 unit per bulan, sehingga tetap menjaga ruang Daihatsu di kategori yang dekat dengan pembeli mobil pertama.

Kuat di harga bawah Rp300 juta

Daihatsu juga mencatat hasil solid pada kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta. Di segmen ini, pangsa pasarnya mencapai 32 persen, menandakan daya saing yang tidak bertumpu pada satu model saja.

Pada kendaraan bermesin ICE dengan rentang harga yang sama, pangsa pasar Daihatsu bahkan mencapai 38 persen. Capaian itu memperlihatkan bahwa produk konvensional Daihatsu masih punya tempat kuat di pasar yang luas dan kompetitif.

Sebaran penjualan ikut menjaga posisi

Kekuatan Daihatsu tidak hanya terlihat dari angka penjualan, tetapi juga dari sebaran pasarnya. Penjualan di area rural dan remote mencapai 46 persen, jauh di atas total pasar yang berada di angka 33 persen.

Di luar Jabodetabek, kontribusi penjualan Daihatsu juga mencapai 81 persen, sementara rata-rata pasar nasional berada di angka 67 persen. Sebaran ini membantu Daihatsu mempertahankan posisi nomor dua di berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia Bagian Timur.

Jaringan layanan membuat merek tetap dekat dengan konsumen

Di sisi lain, Daihatsu didukung jaringan layanan purnajual yang luas. Jaringan tersebut meliputi lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada DMS, dan 3.320 part shop yang tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.

Sri Agung Handayani menyebut pencapaian ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kombinasi harga terjangkau, efisiensi bahan bakar, biaya kepemilikan ekonomis, dan dukungan layanan yang tersebar luas masih menjadi modal utama Daihatsu untuk bertahan kuat di segmen mobil murah.

Source: www.liputan6.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru