Final Campus League 2026 – Basketball The Nationals Season 1 menghadirkan dua cerita yang berbeda dari babak semifinal. Institut Perbanas dan UKSW lolos ke partai puncak putra lewat pertandingan ketat, sementara SCU dan UBAYA melaju ke final putri dengan kemenangan yang jauh lebih meyakinkan.
Empat tim itu memastikan tempat di partai puncak setelah tampil di Basketball Court Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten. Turnamen antarkampus ini diikuti 10 tim putra dan 8 tim putri dari 13 perguruan tinggi, dengan peserta yang datang dari fase regional di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Samarinda, dan Jakarta.
Perbanas dan UKSW tampil tahan tekanan
Di sektor putra, Institut Perbanas menunjukkan ketangguhan saat menghadapi tuan rumah UPH. Sempat tertinggal pada dua kuarter awal, Perbanas bangkit dan membalikkan keadaan sebelum menang 59-50.
Kemenangan itu menjadi salah satu hasil paling menonjol di semifinal putra karena Perbanas mampu menjaga fokus di momen krusial. Lawan mereka di final nanti adalah UKSW, yang juga melalui laga sengit untuk merebut tiket ke partai puncak.
UKSW menyingkirkan Universitas Surabaya dengan skor 63-55. Pertandingan berjalan ketat hingga akhir, dan UKSW berhasil mempertahankan keunggulan untuk mengamankan tempat di final putra.
Pelatih tim putra Institut Perbanas, Zulfahrizal, menegaskan bahwa fokus timnya akan tetap berada pada permainan sendiri. Ia meminta anak asuhnya tampil lebih disiplin dan memperbaiki organisasi permainan saat menyerang maupun bertahan.
SCU dan UBAYA datang dengan modal lebih besar di putri
Berbeda dari putra, dua finalis putri melangkah dengan margin skor yang jauh lebih lebar. Soegijapranata Catholic University atau SCU menundukkan UKSW 67-23, hasil yang menunjukkan dominasi sejak awal laga.
UBAYA juga tampil kuat ketika mengalahkan UPH 81-50. Tim asal Surabaya itu menjaga peluang meraih gelar putri dan datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi.
Pelatih tim putri UBAYA, Wellyanto Pribadi, menilai duel final melawan SCU akan berjalan seimbang. Ia mengingat pertemuan kedua tim di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional atau POMNAS 2025, ketika UBAYA menang tipis dalam pertandingan yang disebut sangat menyulitkan sepanjang laga.
Menurut Wellyanto, disiplin dan fokus bertahan akan menjadi kunci utama bagi UBAYA. Ia menilai peluang melawan SCU berada pada posisi 50-50 dan menuntut timnya tampil lebih rapi dalam menjaga pertahanan.
Partai puncak mempertemukan dua karakter kemenangan
Komposisi final kali ini mempertemukan tim-tim dengan jalur kelolosan yang berbeda. SCU dan UBAYA membawa modal kemenangan besar, sedangkan Perbanas dan UKSW lolos melalui duel yang lebih menekan dan penuh perubahan situasi.
Babak penentuan di UPH, Karawaci, menjadi panggung bagi kampus-kampus yang sudah melewati fase regional dan semifinal dengan intensitas tinggi. Dengan latar persaingan antardaerah dan catatan pertemuan sebelumnya, final diperkirakan berlangsung ketat sejak tip-off pertama.







